Berita tentang akhir zaman kian berdatangan sejak pergolakan yang tengah terjadi di tanah yang diberkahi, Palestina. Fakta bahwa hal tersebut tertulis rapi di dalam kitab suci al-Qur’an membuat banyak kaum Muslimin dan Muslimat mereka-reka tentang terjadinya hari Kiamat yang mungkin tak lama lagi. Namun, sebagai bagian dari umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hendaknya kita harus selalu ingat bahwa Kiamat sejatinya rahasia Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah merahasiakannya karena mengetahui bahwa tidak akan ada satu pun dari umat manusia yang memahami apa yang akan terjadi di saat tersebut.
Maka dari itu, hendaknya kita meyakini saja tentang perkara ini dengan senantiasa memelihara diri dari perbuatan yang terlarang. Salah satu di antara perbuatan tersebut adalah memercayai perkara yang datangnya bukan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini sebagaimana diketahui dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata bahwasanya beliau bersabda,
“Akan ada orang-orang pada akhir umatku menceritakan sebuah hadits kepada kalian yang mana kalian belum pernah mendengarnya dan tidak pula bapak kalian. Maka kalian jauhilah dan mereka jauhilah.” (HR. Muslim)
Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu tanda dari datangnya akhir zaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat dan umatnya memberikan peringatan atas suatu larangan untuk melakukan perbuatan yang merugikan umat Islam. Beliau berpesan bahwa nanti di akhir zaman akan ada pihak-pihak yang tidak diketahui kebenaran akan dirinya namun berupaya menceritakan hadist-hadist yang bahkan tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah sendiri. Tak hanya itu, dalam menghadapi penipu tersebut beliau mewanti-wanti agar umat Islam tidak mudah terkecoh.
Tepat sekali, terhadap para penyebar hadist palsu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa umat Islam harus menjauhi diri dari mereka. Hadist-hadist yang tersebar bukan melalui riwayat para perawi yang shahih wajib diantisipasi. Bukan tanpa sebab, pasalnya penyebar hadist palsu memiliki maksud untuk membuat umat Islam berpaling dari ajaran agama mereka. Kesesatan merupakan tujuan utama dari disebarkannya hadist-hadist tersebut. Maka dari itu, sedini mungkin kita harus dapat memelihara diri dari segala tingkah laku juga orang-orang yang mungkin menyimpang dari ajaran agama Islam. Tetap bertakwa dan beriman pada Allah Ta’ala agar godaan dunia tak mudah datang menghampiri.