Salah satu sifat alami seorang manusia adalah ingin mengetahui hal-hal yang baru. Meski bukanlah sesuatu yang salah, namun perlu dimengerti bahwa sifat tersebut sejatinya harus dapat senantiasa dipertanggungjawabkan. Bukan tanpa alasan, pasalnya banyak sekali orang yang bermodalkan rasa ingin tahu yang tinggi tapi tidak mampu membedakan mana yang benar dan salah. Tidak jarang, mereka juga cenderung dihantui dengan keraguan dalam memandang sebuah hal. Pada akhirnya keadaan tersebut membuat sebagian besar umat manusia terjerembap dalam hal-hal maksiat yang mengarah pada perbuatan-perbuatan dosa.
Terkait hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk dapat meninggalkan segala hal yang mendatangkan keragu-raguan. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.” (HR. Turmuzi)
Hadist di atas menjelaskan pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat dan umatnya untuk dapat meninggalkan hal-hal yang mendatangkan keraguan. Apa pun bentuknya, keraguan yang muncul tersebut dapat menjadi penyebab utama dari kemungkinan terjerumusnya kita pada perkara-perkara yang haram. Tidak jarang, sebuah keraguan sejatinya juga merupakan bentuk pertentangan dari keyakinan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kita untuk dapat mengambil atau memutuskan hal yang lebih kita yakini dari pada yang meragukan.
Cara ini membantu umat Islam untuk senantiasa mengedepankan keyakinan dan ketenangan dalam memandang suatu hal. Keraguan dan kebimbangan dikhawatirkan menjadi penyebab dari munculnya masalah di kemudian harinya. Maka dari itu, kita sebaiknya membiasakan diri untuk meninggalkan hal-hal yang syubhat atau yang diketahui juga dengan hal yang meragukan. Tujuannya adalah agar umat Islam tidak mudah melakukan hal-hal yang haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala amat membenci orang-orang yang masih betah melakukan hal haram meski telah dilarang. Kondisi tersebutlah yang membuat kebanyakan di antara kita menjadi jauh dari rahmat dan berkahnya Allah Ta’ala.