Keislaman

Amalkan, Ini Doa Terhindar dari Sifat Malas Beribadah

Ibadah menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kita untuk senantiasa beribadah sebagai salah satu tujuan diciptakannya diri kita. Sayangnya, tak banyak yang benar-benar memahami bahwa ibadah memang sebuah tanggung jawab yang harus ditunaikan. Pada akhirnya kebanyakan di antara kita justru menganggap sepele kewajiban ini sehingga dengan mudah mengesampingkan tanggung jawab tersebut.

Pada kenyataannya, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bahkan telah dijamin masuk Surga masih begitu semangat beribadah. Beliau sangat takut jika dilanda kemalasan sehingga setiap harinya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk dijauhkan dari sifat tersebut. Hendaknya umat Islam harus dapat meniru sifat Rasulullah ini. Untuk mendukung semangatnya beribadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa. Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan”,

‘ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WAL BUKHLI WAL HAROMI, WA ‘ADZAABIL QOBRI. ALLOHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA, WA ZAKKIHAA ANTA KHOIRU MAN ZAKKAHAA, ANTA WALIYYUHAA WA MAWLAAHAA. ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’, WA MIN QOLBIN LAA YAKH-SYA’, WA MIN NAFSIN LAA TASYBA’, WA MIN DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA’

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, ketuaan—kepikunan–, dan siksa kubur. Ya Allah, datangkanlah pada jiwaku ini ketakwaannya dan bersihkanlah ia. Engkaulah sebaik-baik yang dapat membersihkannya, Engkaulah Pelindungnya dan Rabbnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” [HR. Muslim, no. 2722]

Hadist di atas merupakan bukti nyata dari ketakutan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dilanda sifat-sifat buruk yang menjauhkan dirinya dari semangat untuk beribadah. Maka dari itu, beliau senantiasa berdoa kepada Allah untuk dijauhkan dari keburukan tersebut. Hal ini sejatinya juga menjadi penanda bahwa hendaknya umat Islam juga melakukan hal yang sama. Ya, seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita juga diperintahkan untuk dapat melakukan upaya-upaya untuk meminta perlindungan kepada Allah agar terhindar dari sifat malas, lemah, kikir, ketidak-bermanfaatan, dan juga siksa kubur.

Related Articles

Back to top button