Tak Banyak yang Tahu, Ini Batas Waktu Sholat Subuh dan Ashar

Bangun di awal waktu merupakan hal yang pasti dilakukan oleh sebagian besar orang. Bukan tanpa alasan, pasalnya kewajiban untuk mencari nafkah menjadi salah satu sebab utama mengapa seseorang harus mulai kegiatan di pagi hari. Namun, bagi umat Islam bangun di awal pagi tentu dilakukan untuk menunaikan kewajiban sholat fardu. Meski pun demikian, kadang kala kondisi tubuh dan keadaan hidup sering kali membuat kita merasa lelah. Tidak jarang, bangun di awal pagi menjadi cukup sulit dilakukan. Lantas, tentu saja kita sering bertanya-tanya apakah masih diperbolehkan menunaikan sholat Subuh saat gagal bangun awal?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda,

Barang siapa mendapatkan satu rakaat shalat subuh sebelum matahari terbit, dia telah mendapatkan shalat subuh. Barang siapa mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam maka dia telah mendapatkan shalat Ashar.” (HR. Imam Malik)

Hadist di atas menjelaskan tentang pernyataan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam terkait batas waktu melaksanakan sholat Subuh dan Ashar. Menurut beliau, sholat Subuh yang diterima atau tercatat telah ditunaikan adalah yang satu raka’atnya dikerjakan tepat sebelum matahari terbit. Hal ini menandakan bahwa sholat Subuh yang dilakukan terlambat atau saat matahari sudah mulai naik tidak tercatat karena telah melewati batas waktu pelaksanaannya. Sementara itu, batas waktu sholat ashar adalah sesaat sebelum matahari terbenam. Sholat ashar yang raka’at pertamanya dilakukan sebelum matahari terbenam tercatat telah dilaksanakan.

Terkait batas waktu pelaksanaan kedua sholat ini mungkin masih banyak yang belum memahaminya dengan tepat. Bahkan, ada pula yang mungkin dengan sengaja meninggalkan kewajiban sholat karena berprasangka bahwa batas waktu pelaksanaan sudah habis. Oleh karena itu, setelah mengetahui pernyataan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengenai batas waktu pelaksanaan sholat Subuh dan Ashar di atas ada baiknya kita senantiasa memerhatikan dua waktu tersebut. Bahkan, akan lebih baik jika kita tidak berfokus pada batas waktu melainkan selalu berupaya untuk menunaikan sholat di awal waktu. Bukan tanpa sebab, pasalnya hal tersebut adalah cara yang paling utama dalam melaksanakan kewajiban sholat.