Doa Rasulullah Agar Terpelihara dari Akhlak yang Buruk

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sejatinya tidak hanya sekedar utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Beliau diciptakan khusus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Memang, tidak ada satu pun manusia yang sempurna di muka bumi ini. Namun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebaik-baiknya contoh atau suri teladan dari akhlak manusia yang hampir sempurna. Itulah mengapa kita, umat Islam dianjurkan untuk dapat senantiasa meniru kebiasaan sekaligus cara beliau memandang suatu hal.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang memang telah dirancang oleh Allah Ta’ala sebagai manusia yang hampir sempurna saja masih memohon kepada Allah untuk dapat terlindungi dari akhlak yang buruk. Hal ini dapat diketahui melalui salah satu sabdanya yang senantiasa memohon kepada Allah untuk dapat dijauhi dari perkara-perkara buruk termasuk akhlak. Dalam doanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan:

‘ALAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN MUNKARAATIL AKHLAAQ WAL A’MAALI WAL AHWAAAI.’

Yang artinya:

Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemungkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu.” (HR. Tirmidzi)

Hadist di atas adalah salah satu doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Alih-alih meminta harta berlimpah, doa tersebut justru berisikan tentang permohonan beliau kepada Allah untuk senantiasa dilindungi dari akhlak yang buruk. Seperti yang kita tahu, akhlak adalah cerminan dari diri seseorang. Ketika akhlak yang terlihat buruk maka dapat kita ketahui bahwa hati orang tersebut juga buruk. Sebaliknya, ketika akhlak seseorang mampu menyamankan sesama kita juga dapat memahami bahwa terdapat hati yang baik di dalam diri orang tersebut.

Begitu pentingnya kebaikan akhlak hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun terus memohon kepada Allah agar dilindungi dari kemungkaran akhlak. Bukan tanpa sebab, pasalnya akhlak yang buruk dapat menjadi alasan utama dari mudahnya seseorang terjerumus dalam kemaksiatan yang tentunya akan menuntun dirinya sendiri pada kejamnya Neraka. Tepat sekali, kebaikan akhlak bahkan dianggap lebih utama dari bentuk kebaikan apa pun. Melalui akhlak yang terjaga dan terpelihara kita akan terjauhi dari kemungkinan menyakiti hati orang lain atau bahkan menyulut perselisihan.