Waspada Perkara Ini Sebabkan Allah Tak Terima Shalat Kita

Berbagai kewajiban yang ditetapkan pada umat Islam tidak lain dan tidak bukan sejatinya bertujuan untuk membantu kita menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan tanpa alasan, pasalnya ketaatan seorang hamba menjadi kunci bagi dirinya sendiri agar bisa memeroleh kemudahan dalam kehidupan di dunia. Tak hanya itu, taatnya kita pada perintah Allah juga dapat menjadi bekal utama untuk mendapatkan kehidupan yang membahagiakan di akhirat kelak. Namun, apalah arti sebuah ketaatan tanpa adanya keahlian dalam memastikan poin-poin penting dari diterimanya amal ibadah kita oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana tidak? Pelaksanaan ibadah tentu saja harus mengikuti syarat sahnya. Tanpa adanya upaya ini, mustahil Allah akan menerima ibadah yang kita lakukan.

Hal ini sebagaimana diketahui dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Allah tidak menerima shalat seseorang yang tidak dalam keadaan suci…” (Shahih Ibnu Khuzaimah 10)

Hadist di atas menjelaskan tentang beberapa alasan mengapa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima amal ibadah yang kita lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada sahabat dan umatnya bahwa salah satu alasan dari hal tersebut dapat terlihat terutama dalam rangkaian shalat yakni akibat ketidak telitian dalam memerhatikan kesucian badan. Tepat sekali, tatkala akan menunaikan kewajiban umat Islam diwajibkan berada dalam keadaan suci. Tujuannya adalah sebagai bagian dari bentuk penghormatan kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sayangnya, banyak di antara umat Islam yang masih menyepelekan hal ini. Pada hal, kesucian diri termasuk dalam syarat sahnya shalat.

Orang-orang yang menyepelekan perkara kesucian badan akan menerima ganjaran yang menyedihkan. Selain Allah tidak akan menerima shalat hamba-Nya yang tidak berada dalam keadaan suci, mereka juga terancam tidak dapat masuk Surga. Upaya bersuci atau berwudu yang tidak maksimal menjadi salah satu alasan dari besarnya kemungkinan ganjaran ini. Maka dari itu, umat Islam harus benar-benar memerhatikan kesucian diri sebelum melaksanakan segala bentuk ibadah yang berkaitan dengan shalat. Terutama ketika berwudu, hendaknya setiap gerakan harus diperhatikan. Tujuannya adalah agar proses pembersihan diri dapat berjalan maksimal sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat dengan senang hati menerima ibadah shalat kita.