Kemudahan dalam memanfaatkan teknologi membuat sebagian besar orang juga mudah mencapai hal yang diinginkan. Dibantu dengan penguasaan teknik bermedia sosial, kini banyak sekali orang yang dengan mudah meraup pundi-pundi rupiah. Sayangnya, sering kali kemudahan ini tidak dimanfaatkan dengan tepat. Terdapat begitu banyak orang yang dengan ringannya memamerkan kekayaan. Hal tersebut dilakukannya seolah tidak peduli pada nasib sesama yang lebih membutuhkan.
Ya, kemudahan teknologi justru membuat orang semakin tinggi hati. Pada kenyataannya, umat Islam dilarang keras memelihara sifat ini. Bukan tanpa sebab, pasalnya kesombongan sejatinya adalah satu-satunya hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ: إِنَّ الْعِزَّ إِزَارِيْ وَالْكِبْرِيَاءَ رِدَائِيْ فَمَنْ نَازِعُنِيْ فِيْهِمَا عَذَّبْتُهُ. (رواه الطبراني)
Artinya:
“Sesunguhnya Allah Ta’ala berfirman: Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Adzab dia.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya kerap kali menyampaikan firman-firman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hadist di atas adalah satu di antara banyak firman Allah yang amat nyata. Allah Ta’ala menyampaikan kepada utusan-Nya bahwa diri-Nya memiliki dua sifat utama. Yang pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala amatlah mulia. Kemuliaan pada diri-Nya amatlah besar. Begitu besarnya hingga Dia mengibaratkan kemuliaan tersebut sebagai pakaian yang menutupi bagian-bagian dari diri-Nya.
Pakaian tersebut nyatanya juga dilengkapi dengan aksesoris lain yakni selendang. Selendang yang dimaksud oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah gambaran dari sifat sombong yang merupakan milik-Nya. Tepat sekali, kesombongan merupakan sifat alami Allah. Bagaimana tidak? Allah Ta’ala adalah pencipta dan pemilik alam semesta. Tentu, hanya Dia-lah yang sejatinya pantas menyombongkan diri di antara hamba-hamba-Nya. Allah juga tidak senang jika ada hamba-Nya yang berusaha menyamai diri-Nya.
Tepat sekali, manusia biasa yang berjalan dan berbangga diri dengan tampilannya termasuk dalam salah satu orang yang berusaha mengambil hak dan sifat alami Allah. Dia tidak menyadari bahwa harta benda yang dibanggakannya tersebut adalah sedikit dari pemberian Allah Ta’ala. Maka dari itu, sejatinya dia tidak punya sedikit pun hak untuk menyombongkan diri. Allah telah melarang kita untuk memelihara sifat tersebut dan juga telah memperingatkan kita terkait adzab yang akan didatangkan-Nya. Naudzubillah min zalik, semoga kita terjauhi dari sifat tinggi hati.