Keyakinan kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebaiknya menjadi salah satu hal yang dapat senantiasa bertumbuh dan bertambah. Bukan tanpa alasan, pasalnya perkara tersebut sejatinya merupakan bagian dari tanda orang-orang yang beriman. Meski pun demikian, tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan tanpa adanya upaya. Selain melaksanakan perintah-Nya sekaligus menjauhi larangan-Nya, kita juga dianjurkan untuk bisa secara rutin bertobat. Anjuran bertobat tidak disampaikan tanpa tujuan. Sebagaimana Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah pernah berkata,
“Tidak sepantasnya seorang yang beriman memasuki waktu pagi ataupun sore tanpa bertobat. Karna dia tidak mengerti kapan kematian akan datang dan mengejutkannya. Bisa pagi maupun sore hari.” (Latha’ifA-Ma’arif hal 344/1)
Tobat pada dasarnya bukan sekedar aktivitas memohon ampunan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Hal ini juga mencerminkan identitas seorang Mukmin yang beriman. Orang-orang yang senantiasa memelihara keimanan tidak akan memulai aktivitas pagi mereka tanpa memohon ampun pada Allah. Bukan tanpa sebab pasalnya, mereka memahami dengan benar bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menulis takdir kehidupan bagi hamba-Nya. Hal ini menandakan bahwa apa saja bisa terjadi terhadap diri kita meski sejatinya kita tidak merencanakan hal tersebut. Salah satu takdir yang tidak dapat ditangguhkan adalah kematian. Tentu saja, setiap manusia telah ditentukan ajal bagi mereka.
Namun, tidak semua di antara kita memiliki cukup bekal untuk menyambut kehidupan setelah kematian. Berbeda dengan orang-orang beriman yang merutinkan diri untuk senantiasa bertobat setiap harinya, mereka cenderung akan lebih siap lahir batin jika takdir hidup mereka berakhir tiba-tiba. Tentu saja, anjuran untuk senantiasa bertobat bukanlah ditujukan untuk menakut-nakuti manusia terhadap takdir atau ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja, jika kita mampu mempersiapkannya dengan baik walau sekedar dengan bertobat diharapkan agar kita bisa memiliki kehidupan akhirat yang selamat dari azab dan siksa pedih.
Di antara banyak cara yang bisa dilakukan untuk memulai tobat adalah dengan mengamalkan zikir. Tentu terdapat banyak pilihan zikir yang khusus ditujukan untuk memohon ampunan. Zikir memohon ampun yang paling sederhana yang bisa diamalkan adalah yang berbunyi ‘Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih’ yang artinya “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya. Amalkan zikir permohonan ampunan ini secara rutin setiap pagi dan petang agar Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menghapuskan segala dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan.