Infak & SedekahUncategorized

Tak Hanya Berpahala Infak, Qurban Bentuk Ketaataan Umat Islam pada Allah Ta’ala

Idul Adha menjadi salah satu dari hari raya yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Selain sebagai tanda dari selesainya puncak ibadah haji, Idul Adha juga merupakan kesempatan emas bagi kita untuk berbagi rejeki dan kebahagiaan bersama. Bagaimana tidak? Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan umat Islam untuk melakukan penyembelihan hewan ternak. Hal ini sesuai dengan perintah Allah yang tertulis di dalam al-Qur’an berbunyi sebagai berikut ini,

Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.” (QS. al-Hajj: 34-35)

Berqurban adalah bagian dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib kita tegakkan. Ibadah ini menuntut kita untuk menginfakkan sebagian rejeki lebih yang dititipkan oleh Allah. Di dalamnya ada hak orang lain yang perlu kita salurkan terutama kepada kaum dhuafa. Selain dapat menjadi jalan untuk memenuhi kebutuhan pangan, ibadah qurban juga dapat memberikan rasa bahagia tersendiri baik bagi yang melakukannya atau pun yang menerima manfaatnya. Itulah mengapa daging hewan hasil sembelihan dianjurkan untuk tak hanya dikonsumsi pribadi tapi juga dibagikan.

Di sisi lain, pelaksanaan ibadah qurban bagi umat Islam juga merupakan cerminan ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saat akan menyembelih hewan tersebut, kita diwajibkan untuk menyebut nama Allah. Hal ini sejatinya merupakan tanda atau bentuk syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas rejeki yang telah dikaruniakan. Bagitulah sejatinya syariat yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya. Hendaknya kita harus dapat selalu menegakkan syariat tersebut sebagai wujud ketundukkan kita kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Related Articles

Back to top button