Siksa Pedih bagi Orang-Orang yang Melalaikan Kewajiban Berzakat

Bagian dari kewajiban seorang Mukmin sejatinya cukup luas. Selain ibadah shalat, umat Islam juga wajib berpuasa di bulan Ramadhan. Sementara itu, sebagai pelengkap puasa, seorang Mukmin wajib membayar zakat. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari pentingnya kewajiban yang satu ini sehingga sering kali disepelekan atau bahkan ditinggalkan. Pada kenyataannya, zakat adalah bagian dari rukun Islam yang berarti juga wajib bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Orang-orang yang enggan membayar zakat bukan hanya tidak taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja tapi juga akan mendapatkan ganjaran di akhirat.

Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasululah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang menumpuk harta (tidak membayar zakat), bahwa mereka akan disiksa dengan batu yang dipanaskan di dalam neraka Jahannam. Lalu diletakkan di atas dada salah seorang dari mereka hingga batu itu keluar dari pundak mereka. Kemudian batu itu diletakkan di tengah-tengah kedua pundaknya hingga keluar dari dadanya dengan mendidih.” (Shahih Muslim: 1656)

Hadist di atas menjelaskan tentang nasib buruk yang akan diterima oleh orang yang gemar menumpuk harta di dunia. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada para sahabat dan umatnya bahwa orang yang menahan hartanya dari kewajiban zakat tidak hanya berdosa tapi juga akan mendapat ganjaran di akhirat. Ganjaran tersebut amatlah menyakitkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksa mereka dengan batu-batu yang telah dipanaskan di dalam neraka Jahannam. Lantas batu itu pun diletakkan di atas dada mereka yang melalaikan kewajiban berzakat. Panas batu tersebut akan menembus pundak.

Tak sampai di situ saja, batu panas tadi kembali akan diletakkan di tengah-tengah kedua pundak mereka hingga akhirnya keluar dari dadanya dalam keadaan mendidih. Begitu kejamnya siksaan Allah ini pada orang-orang yang tidak menunaikan kewajiban zakat. Tentu saja mereka pantas mendapatkan siksaan tersebut dikarenakan tidak mengemban amanah terhadap harta titipan Allah untuk kaum duafa yang berhak menerimanya. Tak hanya itu, lalai dari kewajiban berzakat juga menjadi tanda dari kufur nikmat. Mereka tidak mengakui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan nikmat. Hal ini membuat mereka tidak mensyukuri pemberian Allah tersebut sekaligus menunjukkan ketidaktaatan pada perintah Allah. Naudzubillah min zalik, semoga kita terhindar dari perkara buruk ini.