Sering Terjadi, Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Berlebihan dalam Berpakaian

Perhiasan menjadi salah satu hal yang dipandang indah dan menyenangkan di dunia. Demi memeroleh keindahan tersebut, banyak cara yang dilakukan oleh manusia. Ada yang bekerja keras membanting tulang, sayangnya ada pula yang memilih jalan singkat dengan menimbulkan kerugian. Meski sejatinya merupakan hal yang alamiah jika manusia menyenangi keindahan, baik dari tampilan atau pun kediaman namun perlu diketahui bahwa berlebih-lebihan bukanlah hal yang dianjurkan dalam syariat Islam.

Bukan tanpa sebab, pasalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai hamba-Nya yang berlebih-lebihan dalam berpenampilan. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

Barang siapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhir nanti.” (HR. Abu Daud)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu bahaya dari berbangga diri. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya menyampaikan bahwa berpenampilan mencolok dan berlebihan adalah satu di antara banyak contoh sikap berbangga diri tersebut. Dalam beberapa kesempatan, kita sering mendengar sikap ini dengan sebutan riya’. Riya’ sendiri adalah perasaan ingin memperlihatkan kepada orang lain tentang suatu kebaikan yang ada dalam dirinya atau hal-hal yang dimiliki hingga dikenakannya.

Setelah memperlihatkannya, orang lain pun akan berkomentar tentang perbuatan atau penampilannya. Saat orang lain memujinya tentu ia akan merasa bangga dengan hal tersebut. Perasaan seperti ini adalah hal yang tidak boleh dimiliki oleh umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalasnya dengan azab yang pedih di akhirat nanti. Orang yang gemar memperlihatkan pakaian berlebihan ini kelak akan diberikan pakaian kehinaan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu, hendaknya umat Islam mengikuti kebiasaan dan gaya Rasulullah dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Bukan tanpa sebab, pasalnya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baiknya contoh bagi umat Islam. Tiada satu pun kerugian yang akan kita dapatkan jika kita mengikuti pola hidup Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau selalu santun dalam bersikap, sederhana dalam berpenampilan, dan juga sedikit berbicara. Namun beliau tidak pernah bosan memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.