Keislaman

Sering Dilupakan, Ini Nikmat Utama yang Bikin Banyak Orang Merugi

Kehidupan di dunia sejatinya merupakan waktu emas yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia untuk dapat memperkaya bekal menuju akhirat. Sayangnya, banyak yang tak mrmahami hal ini. Begitu banyak di antara kita yang tak sadar telah menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Pada kenyataannya, Allah telah menurunkan nikmat-Nya yang begitu besar agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat manusia.

Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya: waktu luang dan kesehatan”. (HR. Bukhari)

Hadist di atas menjelaskan tentang perilaku umat manusia yang sering kali lupa diri dan tidak mensyukuri pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perilaku tersebut adalah menyia-nyiakan nikmat berupa waktu luang dan kesehatan. Tepat sekali, merasa memiliki banyak kesempatan di dunia sering kali membuat seseorang lupa diri. Kita begitu terlena dengan nikmat ini sehingga tidak memanfaatkannya dengan memperbanyak perbuatan amal.

Sebaliknya, kebanyakan di antara manusia hanya melakukan sesuatu yang bahkan tak mendatangkan manfaat baik bagi diri dan keluarganya. Begitu pula dengan mereka yang dianugerahkan kesehatan. Kondisi tubuh yang prima tidak dipergunaka semaksimal mungkin untuk melakukan ibadah kepada Allah. Kesehatan yang dirasakan justru menjadi modal utama untuk melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Pada akhirnya, banyak di antara umat manusia yang bahkan tak membawa sedikit pun bekal menuju akhirat lantaran telah menyia-nyiakan dua nikmat utama ini. Umat Islam dianjurkan untuk dapat berbuat sebaliknya. Waktu luang dan kesehatan adalah modal paling utama untuk banyak melakukan perbuatan baik. Ibadah adalah perbuatan yang ditujukan untuk kebaikan diri sendiri. Sementara kemampuan fisik kita adalah hal yang dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Related Articles

Back to top button