Keislaman

Pentingnya Upaya Menahan Diri dan Hati dari Niat Buruk Tak Terkendali

Manusia merupakan tempatnya khilaf dan salah. Hal ini terjadi lantaran secara alami kita menjadi makhluk yang amat pelupa. Sifat ini sejatinya tak dapat dihilangkan begitu saja tanpa sedikit pun upaya. Di antara banyak upaya yang bisa dilakukan, menjaga hati dan lisan adalah cara yang paling dianjurkan untuk menahan diri dari segala hal yang menjadi kesalahan. Sayangnya, tak banyak orang yang memercayai hal ini. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewanti-wanti hamba-Nya agar tidak mudah berniat melakukan perbuatan dosa. Sebagaimana diketahui dalam al-Qur’an bahwasanya Allah berfirman,

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (16) (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(18)” [QS. Qaaf:16-18]

Ayat di atas menjelaskan tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui Segalanya termasuk juga niat dan perkataan dalam hati manusia. Allah menggambarkan bahwa diri-Nya sangat dekat dengan hamba-Nya yang bahkan lebih dekat dari urat leher manusia sendiri. Penggambaran ini menandakan betapa besarnya kuasa Allah terhadap diri hamba-Nya. Dia mengetahui segala hal yang tersembunyi dan akan memberikan balasan terhadap hal tersebut sesuai dengan dampak yang dihasilkan, buruk atau baiknya. Hal ini dapat terjadi lantara Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki dua malaikat yang diutus untuk melakukan pekerjaan khusus.

Satu malaikat duduk di sebelah kanan untuk mencatat segala perbuatan baik yang dilakukan manusia. Sementara satu malaikat lainnya duduk di sebelah kiri dan bertugas untuk mencatat amalan buruk yang kita lakukan. Kedua malaikat dan tugasnya ini menjadi bukti nyata betapa besarnya kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di balik seluruh kekhilafan kita, Allah menugaskan malaikatnya untuk mengingatkan kita segala perbuatan yang pernah kita lakukan di dunia. Maka dari itu, perlunya bagi diri kita untuk selalu menjaga hati dan pikiran dari segala macam niatan buruk. Kita dianjurkan untuk dapat membiasakan diri memperkaya amalan baik. Bahkan jika tidak bisa melakukannya, sangat penting bagi umat Islam untuk dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang keluar di pikiran dan hati.

Related Articles

Back to top button