Setelah mengetahui berbagai perihal keutamaan haji, kini saatnya bagi kita memahami persyaratan diterimanya ibadah ini oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentu saja terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi agar haji yang kita tunaikan dianggap sah. Maka dari itu, amalan ini juga memiliki deretan rukun yang wajib dilakukan. Setelah ihram dari miqat, jemaah haji wajib hadir di Arafah untuk melakukan wukuf. Wukuf dikenal sebagai puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Meski pun demikian, sejatinya amalan ini belum selesai karena masih ada kewajiban untuk melakukan thowaf.
Dapat dipastikan bahwa hampir seluruh jemaah haji menginginkan untuk melakukan rukun tersebut mengingat bahwa posisi diri kita akan sangat dekat dengan Ka’bah. Setelah selesai menunaikan thowaf, para jemaah masih harus menunaikan rukun haji selanjutnya yakni sa’i. Kewajiban sa’i sebagai bagian dari rukun haji dapat diketahui dari suatu hadist yang berkata bahwasanya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Lakukanlah sa’i karena Allah mewajibkan kepada kalian untuk melakukannya.” (HR. Ahmad 6: 421)
Hadist di atas menjelaskan tentang kewajiban sa’i sebagai bagian dari rukun haji bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji. Sa’i sendiri adalah ibadah yang dilakukan setelah thawaf. Saat melakukan sa’i, kaum Muslimin dan Muslimat harus berjalan kaki atau pun berlari-lari kecil antara Bukit Shofa dan Marwah. Ibadah ini dilakukan sebanyak tujuh kali bolak balik. Dalam melakukan sa’i diwajibkan atas para jemaah beberapa syarat. Yang pertama adalah niat. Selain itu, sa’i harus dilakukan secara berurutan tepat setelah thowaf. Rukun haji ini dianjurkan untuk melakukannya secara berturut-turut setiap putaran.
Namun, jika terdapat sela waktu sebentar antara putaran, diperbolehkan tidak berturut-turut selama hajat tersebut benar-benar penting. Selanjutnya, menunaikan sa’i wajib disempurnakan hingga tujuh kali putaran. Seluruh syarat sah sa’i tersebut hendaknya patut diperhatikan dengan baik agar pahala haji bisa didapatkan dengan sempurna. Tak hanya itu, umat Islam yang menunaikan ibadah ini juga dianjurkan untuk berhenti sejenak saat sampai di bukit Shofa untuk berdoa dan juga hal yang sama saat tiba di bukit Marwah. Doa yang dianjurkan biasanya berkaitan dengan ucapan-ucapan dzikir untuk mengagungkan kebesaran Allah Azza wa Jalla.