Keislaman

Ketahui, Ada Pahala di Balik Rentetan Cobaan

Indonesia akhir-akhir ini kembali harus menerima kenyataan pahit terkait bencana alam yang tengah berdatangan. Setelah cukup menyita perhatian masyarakat sekaligus menguras air mata para korban gempa bumi yang terjadi di kawasan Cianjur, Jawa Barat, bencana alam yang sama juga kembali dirasakan oleh saudara kita yang berada di Garut, Jawa Barat. Keadaan ini tentu saja menjadi duka mendalam bagi korban yang kehilangan sanak saudara.

Meski pun terasa begitu sulit, sejatinya umat Islam dianjurkan untuk dapat menerima berbagai cobaan kehidupan dengan lapang dada. Bukan tanpa alasan, pasalnya keikhlasan hati dalam menerima hal-hal yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan adalah alasan di balik datangnya pahala yang begitu besar. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai sebuah kaum niscaya Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Maka siapa pun yang rida, maka Allah akan rida kepadanya. Dan siapa pun yang tidak rida, maka Allah pun tidak akan rida kepadanya.” (HR. Tirmidzi)

Hadist di atas menjelaskan tentang kebaikan bagi umat Islam untuk dapat bersabar kala menghadapi cobaan. Rasulullah terkait hal ini berpesan pada umatnya bahwa besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan yang diterima. Semakin besar dan mendalam sebuah cobaan yang datang, tentu saja pahalanya juga akan semakin besar. Tidak hanya itu, cobaan kehidupan sejatinya juga merupakan bagian dari tanda cinta Allah pada hamba-Nya.

Begitu cintanya Allah Ta’ala pada suatu kaum hingga Dia mendatangkan cobaan pada mereka. Jika mereka mampu menghadapinya dengan ikhlas dan rida, maka Allah pun akan rida terhadap mereka. Sebaliknya, jika mereka menghadapinya dengan kekesalan dan keluhan tentu saja Allah Ta’ala akan menganggap hal tersebut sebagai alasan untuk tidak menurunkan rida kepada mereka. Begitulah sejatinya bentuk kasih sayang Allah pada hamba-Nya. Dia hanya ingin hamba-Nya selalu mengingat dan mendekatkan diri pada-Nya.

Related Articles

Back to top button