Keislaman

Ini Bahaya Mengajak pada Kebaikan namun Justru Tak Mengamalkannya

Mengajak orang lain untuk melakukan perbuatan baik adalah suatu kewajiban bagi seorang Muslim. Bahkan kita juga sangat dianjurkan untuk senantiasa dapat menjaga silaturahmi dengan orang – orang demikian. Tujuannya, tentu saja agar dapat menuju Jannah- nya Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama – sama. Namun, apa jadinya jika ada seseorang yang mengajak pada jalan kebaikan namun ia sendiri justru tidak mengamalkannya?

Tepat sekali, sejatinya tingkah laku seperti itu termasuk dalam perbuatan tercela. Sebagaimana, dalam Al – Qur’an Allah berfirman:

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al – Baqarah: 44)

Ayat di atas menjelaskan tentang ketidak – sukaan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada kaum Bani Israil yang gemar mengajak kebaikan namun justru enggan mengamalkannya sendiri. Allah dengan jelas mencela sekaligus melaknat orang – orang dengan sifat demikian. Bukan tanpa alasan, pasalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap perbuatan mereka tersebut tergolong pada sikap yang tidak baik dan mampu membawa pada kesesatan. Bahkan, Allah memandang mereka sebagai orang tanpa akal. Bagaimana tidak?

Orang yang berakal tentu akan mengamalkan ilmu pengetahuannya meski mereka hanya memiliki sedikit atau mengetahui sekedar permukaannya saja. Jelas, yang seperti ini benar – benar mencerminkan sikap orang Yahudi sehingga wajib bagi kita untuk tidak meniru perbuatannya tersebut. Maka dari itu, sebagai umat Muslim sudah sepatutnya bagi kita untuk dapat mengamalkan setiap perbuatan baik, termasuk juga hal baik yang kita sarankan pada orang lain. Keimanan yang sesungguhnya tentu saja keseimbangan antara pikiran, lisan, dan juga perbuatan.

Related Articles

Back to top button