Keislaman

Deretan Keutamaan Berhaji: Meninggal di Baitullah Akan Dibangkitkan dalam Keadaan Bertalbiyah

Semoga kita dapat menjadi golongan dari orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah dan memperkaya manfaat. Terutama di momen menuju datangnya bulan suci Dzulhijjah, bulan di mana setiap umat Islam dianjurkan untuk dapat memperbanyak amalan ibadah. Maka dari itu, kaum Muslimin dan Muslimat harus fokus untuk dapat menghindari segala perkara dosa dan maksiat demi menghargai hadirnya bulan Dzulhijjah. Tak hanya itu, keberadaan bulan suci ini juga menjadi pertanda dimulainya rangkaian pelaksanaan haji, ibadah yang amat mulia yang kaya akan berbagai kebaikan. Kebaikan tersebut akan selalu hadir dalam diri orang yang berhaji meski pun Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan ajalnya di momen yang mulia ini.

Hal ini sebagaimana diketahui dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu ia bercerita, bahwasanya suatu saat ketika sedang (wukuf) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Arafah, seseorang tiba-tiba terjatuh dari kendaraannya, lalu membuat lehernya patah, kemudian meninggal dunia. Melihat kejadian tersebut lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan,

Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, kafankanlah pada dua lapis. Jangan berikan obat pengawet dan jangan tutup kepalanya karena Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Khuzaimah)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu keutamaan dari menunaikan ibadah haji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menunaikan ibadah haji lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan ajalnya tiba di sana, maka ia akan mendapatkan keutamaan berupa dibangkitkan kelak dalam keadaan bertalbiyah. Talbiyah sendiri sejatinya merupakan seruan yang diucapkan oleh jemaah haji sejak berniat ihram dari miqat. Terdapat makna di dalamnya yakni menjadi jawaban atau pemenuhan seorang hamba terhadap panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk ke Baitullah dengan ikhlas.

Kalimat talbiyah yang lengkap adalah ‘Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak’ dan memiliki arti “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu).” Orang-orang yang berhaji namun di saat yang bersamaan mereka menemui ajal di Tanah Suci kelak akan dibangkitkan di hari Kiamat dengan senantiasa membaca talbiyah. Hal ini menandakan bahwa ibadah haji memiliki dampak luar biasa pada umat Islam bahkan hingga akhirat kelak. Oleh karena itu, agar keutamaan ini bisa didapatkan pastikan selalu bahwa ibadah haji yang kita tunaikan benar-benar jauh dari perbuatan dosa dan perkataan keji.

Related Articles

Back to top button