Tips

Tips Ringan Memeroleh Pahala Besar Agar Perberat Timbangan Amal

Mencari nafkah menjadi salah kewajiban duniawi manusia yang harus dijalani. Nafkah membantu kita untuk dapat bertahan hidup dengan mandiri. Namun, bagi kaum Muslimin dan Muslimat, duniawi sendiri sejatinya ladang luas yang disediakan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggali bekal menuju akhirat. Selain menunaikan kewajiban shalat, kegiatan duniawi kita juga patut menjadi sebab dari terkumpulnya pahala yang mampu memperberat timbangan amal kelak. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk bisa terus menggali pahala sementara pekerjaan duniawi kita tetap berjalan maksimal adalah dengan senantiasa mengingat Allah Ta’ala.

Bukan tanpa alasan, pasalnya mengingat Allah dengan mengucapkan kalimat mulia ‘Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya’ terbilang sangat utama. Hal ini sebagaimana diketahui dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa: Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dan itu.” (Shahih Muslim: 4858)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu keutamaan berdzikir pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa dzikir dapat menjadi sebab dari banyaknya pahala yang akan diterima oleh seorang Mukmin di hari kiamat kelak. Dzikir yang dimaksud adalah yang berbunyi ‘Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya’. Kalimat mulia ini kita ketahui juga dengan sebutan Tasbih yang bunyi ‘Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar’. Rasulullah menganjurkan sahabat dan umatnya untuk menyebut kalimat mulia ini sebanyak seratus kali dalam satu hari.

Kelak, keutamaan berupa pahala yang besar dapat menjadi hak kita di akhirat. Bahkan, pahala yang kita terima pun melebihi orang-orang lain kecuali mereka melakukan hal yang serupa, yakni berdzikir dengan kalimat Tasbih. Maka dari itu, hendaknya umat Islam jangan menyepelekan waktu yang dimiliki untuk melakukan hal yang tak mendatangkan manfaat. Sedikit apa pun waktu luang yang tersisa, upayakan selalu untuk bisa mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berdzikir sesuai kemampuan masing-masing. Semoga dengan mengingat Allah, Allah juga akan selalu mengingat diri kita sehingga dengan demikian kita dapat selalu berada dalam tanggungan-Nya hingga hari akhir tiba.

Related Articles

Back to top button