Keislaman

Curang Transaksi Jual Beli Jauhkan Diri dari Kepedulian Allah

Jual beli menjadi salah satu cara yang dilakukan sebagian besar umat manusia dalam mencari nafkah. Bukan tanpa alasan, pasalnya aktifitas ini juga merupakan upaya yang dianjurkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam langkah memenuhi kebutuhan diri dan tanggungan. Oleh karena itu, tidak jarang banyak di antara kita yang begitu menginginkan peroleha keuntungan dalam transaksi jual beli. Meski pun demikian, hendaknya umat Islam harus senantiasa memerhatikan berbagai hal termasuk kejujuran dalam transaksi ini.

Bukan tanpa sebab, pasalnya kecurangan yang biasa dilakukan dengan sumpah bohong saat jual beli adalah sebab dari ketidak-inginan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menyambut hamba-Nya di akhirat kelak. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah nanti pada hari kiamat, Allah tidak akan melihat mereka dan tidak pula mensucikan mereka, mereka akan mendapatkan siksa yang pedih.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyabdakan ini tiga kali. Abu Dzarr berkata: “Mereka sungguh kecewa dan rugi. Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda,

Orang yang menjuraikan pakaiannya karena congkak, orang yang suka menyebut-nyebut kebaikan sendiri dan orang yang mengelola perniagaannya dengan sumpah bohong”. (HR. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu perkara yang dapat membuat seseorang tidak mendapat penyambutan yang baik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perkara tersebut adalah kecurangan atau sumpah palsu saat bertransaksi jual beli. Tepat sekali, tindakan curang yang dilakukan oleh para penjual tak hanya dapat mendatangkan kerugian bagi orang lain saja tapi juga sebab munculnya azab yang pedih di akhirat. Azab tersebut hadir berupa siksaan yang teramat menyakitkan.

Tak tanggung-tanggung, orang-orang yang berbohong atau melakukan sumpah palsu terhadap barang dagangannya tersebut bahkan juga tidak dipedulikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah tidak ingin melihat mereka bahkan tidak akan mensucikan mereka di akhirat. Hal ini sungguh amat merugikan bukan bagi para pelaku kecurangan? Oleh karena itu, kita wajib menghindari segala macam bentuk perkara yang mampu mendatangkan kerugian bagi orang lain. Jual beli seharusnya dapat menjadi aktifitas yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

Related Articles

Back to top button