Aksi yang melanggar perikemanusiaan saat ini masih terus merebak di tanah Palestina. Kaum zionis yang sejatinya memang bersifat pembangkang tersebut terus melakukan serangan membabi buta yang mengakibatkan ribuan rakyat Palestina syahid. Hal ini pada akhirnya melahirkan kesadaran sekaligus menumbuhkan semangat dari berbagai penjuru dunia untuk mengecam tindakan tak pantas yang dilakukan oleh kaum zionis tersebut. Bagi umat Islam, sejatinya hal ini adalah kesempatan terbaik yang bisa didapatkan untuk berjihad layaknya para pejuang Palestina.
Namun, tentu saja hal tersebut bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Zaman telah berubah dan tentu saja setiap negara memiliki kewenangan yang berbeda-beda. Kondisi ini memungkinkan kita untuk tidak dapat dengan bebas melakukan gerakan jihad. Meski pun demikian, hendaknya kita jangan putus harapan. Berjihad tak melulu harus dilakukan dengan anggota badan. Harta dan pemikiran pun dapat mengambil peran penting dalam upaya jihad ini. Namun, satu hal yang tak banyak orang mengetahuinya adalah langkah paling mudah untuk berjihad adalah melalui orang tua.
Dari Abdullah bin ‘Amru dia berkata; seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Saya hendak ikut berjihad.” Beliau lalu bersabda: “Apakah kamu masih memiliki kedua orang tua?” dia menjawab; “Ya, masih.” Beliau bersabda: “Kepada keduanyalah kamu berjihad.” (HR. Bukhari)
Hadist di atas menjelaskan tentang pilihan lain dari cara berjihad yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jihad sendiri sejatinya merupakan perkara yang besar dengan tanggung jawab yang cukup berat. Dibutuhkan hati yang kuat agar mampu melancarkan gerakan jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, tidak semua orang memiliki kemampuan utama tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa cara untuk mendapatkan pahala jihad tentu beraneka ragam. Salah satunya adalah dengan senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Tepat sekali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memahami bahwa tak semua umatnya memiliki jiwa jihad yang sesuai dengan tujuan Islam.
Hal tersebut sangat wajar terjadi dan bukanlah menjadi sebuah kesalahan untuk seseorang. Namun, setiap orang mukmin sejatinya memiliki cara paling mudah untuk mendapatkan pahala jihad, yakni melalui aktivitas berbakti pada orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua secara umum merupakan langkah berbuat kebaikan pada orang tua kita. Tak hanya itu, berbakti juga berarti mentaati segala perintah mereka. Jika kedua orang tua telah wafat, berbakti juga masih dapat dilakukan dengan cara mendoakan mereka. Begitulah sejatinya cara berjihad paling mudah yang bisa dilakukan kaum Muslimin. Tentu saja, pahalanya pun setara dengan berjihad dalam peperangan selama dilakukan karena Allah Ta’ala.