Menunaikan ibadah menjadi bagian dari aktivitas kehidupan seorang Mukmin. Bagaimana tidak? Selain merupakan sebuah kewajiban, ibadah juga menjadi alasan dari datangnya pahala. Dengan demikian, banyak di antara kaum Muslimin dan Muslimat yang berlomba-lomba melaksanakan berbagai ibadah demi memperkaya pahala. Sayangnya, kebanyakan di antara kita hanya fokus pada pelaksanaan ibadah saja. Pada kenyataannya, ada berbagai hal atau perbuatan yang dilakukan baik dengan sengaja atau pun tidak dan menjadi alasan dari bertumpuknya dosa. Jika sudah begini, apakah dengan ibadah saja dosa-dosa tersebut dapat segera sirna?
Terkait hal ini, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sejatinya telah lama memberikan isyarat terkait cara paling mudah yang bisa dilakukan oleh umat Islam untuk menghapuskan berbagai dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana diketahui dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, yang beliau riwayatkan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Setiap amal perbuatan adalah penebus dosa,…” (Shahih Bukhari: 6984)
Hadist di atas menjelaskan tentang cara yang dapat dilakukan oleh umat Islam untuk secara perlahan menghapus dosa-dosa yang pernah diperbuat. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menyampaikan bahwa setiap amal perbuatan yang kita lakukan sejatinya adalah penebus dosa. Hal ini mengindikasikan bahwa kita dapat menebus berbagai perbuatan dosa yang kita lakukan dengan senantiasa memperbanyak amal saleh. Jika berbicara tentang amal saleh tentu tidak ada batasan terkait hal ini. Segala perbuatan baik yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tercatat sebagai amal perbuatan.
Maka dari itu, upayakan selalu bahwa hidup yang kita jalani dapat dimanfaatkan untuk senantiasa memperkaya amal saleh. Tujuannya tentu saja untuk menghapuskan berbagai perbuatan dosa yang pernah dilakukan di masa lampau dengan upaya yang paling mudah namun menghasilkan dampak maksimal. Meski pun demikian, perlu diketahui bahwasanya dosa-dosa yang terhapus ini adalah dosa-dosa kecil. Sementara untuk dosa besar dibutuhkan upaya yang lebih besar yakni dengan disertai niat untuk bertobat. Tak hanya itu, menghapus dosa besar juga harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas karena Allah sekaligus berupaya untuk meninggalkan seluruh perkara dosa tersebut.