Keislaman

Baik Sembunyi atau Terang-Terangan, Perbuatan Amal Tetap Hadirkan Balasan

Secara naluriah, setiap manusia memiliki perasaan. Hal tersebut membuat kita senang membantu sesama yang tengah dirundung kesulitan. Namun, karena perasaan pulalah sering kali niat membantu tersebut menjadi berubah. Dari yang tadinya dilakukan karena Allah Ta’ala kini menjadi lebih menggiurkan karena mendapat perhatian manusia. Tentu keadaan seperti ini juga pernah kita alami bukan? Lantas, pernahkan kita bertanya-tanya bagaimana status pahala yang kita terima? Terkait hal ini, seorang sahabat pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan.” (HR. Tirmidzi) 

Hadist di atas menjelaskan tentang balasan bagi orang-orang yang melakukan kebaikan. Pada dasarnya, kebaikan yang kita lakukan akan selalu diniatkan karena ingin mendapat ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan tanpa sebab, pasalnya hanya Allah yang dapat memberikan balasan pahala terbaik bagi hamba-Nya yang senantiasa memperkaya amalan. Namun, setiap manusia memiliki kesenangan untuk diperhatikan atau bahkan dipuji. Ada kalanya kita juga senang dihargai tatkala melakukan kegiatan positif. Tentu saja hal ini sangat alami terjadi.

Namun, waspadalah jangan sampai kita terlena untuk membiarkan setiap kebaikan yang dilakukan semata-mata hanya untuk menerima pujian. Bahkan kita pun tak perlu merasa khawatir karena Allah Maha Mengetahui. Dia tetap akan memberikan pahala dari kebaikan yang kita lakukan secara sembunyi atau pun terang-terangan. Maka dari itu, tetaplah berbagi kebaikan. Upayakan untuk selalu memaasang niat yang lurus. Terlepas dari pujian yang mungkin kita dapatkan, anggap saja hal tersebut merupakan cara Allah untuk menyemangati kita tetap berbuat amal.

Related Articles

Back to top button