Bahaya Memelihara Sifat Boros dan Kebiasaan Menghamburkan Harta

Merupakan sifat alami manusia yang senantiasa menginginkan harta. Bagaimana tidak? Kemampuan untuk memeroleh harta menjadikan kita lebih percaya diri. Tidak jarang, melalui harta yang dimiliki pun seseorang bisa berpeluang memegang kekuasaan. Meski pun demikian, agama Islam sejatinya mengajarkan umatnya untuk senantiasa bijak dalam mengelola harta. Anjuran terbaik dari pengelolaan harta yang bisa kita ikuti adalah dengan menafkahkannya di jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Memenuhi nafkah diri sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungan adalah satu di antara banyak cara untuk membelanjakan harta di jalan Allah. Tak hanya itu, kita juga dianjurkan untuk tidak lupa menunaikan zakat. Di sisi serupa, umat Islam juga dianjurkan untuk dapat berinfak kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk pembelanjaan harta yang tepat. Sebaliknya, kita dilarang untuk secara berlebihan dalam memanfaatkan harta terutama jika telah mengarah pada sifat boros. Bukan tanpa sebab, pasalnya boros adalah sifat setan.

Sebagaimana dalam al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al Isra’: 26-27)

Ayat di atas menjelaskan tentang bahaya membelanjakan harta secara berlebihan. Allah Ta’ala tidak menyukai cara hamba-Nya yang menghambur-hamburkan harta. Hal ini bahkan semakin buruk jika menghamburkan harta dilakukan hanya untuk membuat orang lain terpukau. Bagaimana tidak? Sifat ini sangatlah bertentangan dengan ajaran agama Islam. Menghamburkan harta untuk memamerkannya pada orang lain sungguh merupakan perbuatan tercela. Bukan tanpa sebab, pasalnya hal ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial.

Orang lain berkesempatan memiliki rasa iri dan dengki terhadap kehidupan kita. Hal ini mengundang permusuhan mudah terjadi yang tentu saja sangat tidak disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, hendaknya kita harus mampu menahan diri dari godaan setan yang terkutuk tersebut. Umat Islam haruslah pandai menjaga perasaan sesama. Hindari sifat boros dan menghamburkan harta agar kita tidak menjadi penyebab dari datangnya penyakit hati dalam diri sendiri dan orang lain. Dengan senantiasa memelihara diri dari sifat boros, kita sejatinya tengah berupaya untuk menjauhkan diri dari setan dan azab Allah Subhanahu wa Ta’ala.