Keislaman

Aturan Berwudu bagi Umat Islam Ketika Alami Kesulitan Air Bersih

Berwudu tak sekedar merupakan bagian dari rangkaian ibadah shalat saja. Aktivitas ini juga menjadi cara yang bisa kita lakukan untuk menyucikan anggota tubuh kita. Bukan tanpa alasan, pasalnya kegiatan sehari-hari yang kita lakukan sangat beraneka ragam. Kemungkinan bagi kita untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya amatlah besar. Sayangnya, sering kali kita tidak memerhatikan kebersihan lokasi yang kita datangi. Maka dari itu, berwudu dianggap sebagai cara paling mudah untuk memastikan diri kita kembali suci terutama saat akan melaksanakan ibadah shalat fardu.

Namun, tak semua kondisi memungkinkan kita untuk dapat berwudu dengan nyaman. Keterbatasan fasilitas terutama di daerah-daerah yang kekurangan air bersih membuat kita kesulitan dalam melaksanakannya. Terkait hal ini, sejatinya ajaran agama Islam selalu berupaya untuk dapat mempermudah umatnya dalam melaksanakan ibadah. Hal tersebut dibuktikan melalui salaha satu hadist yang diketahui dari lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Perasan/rendaman sari buah adalah air wudu bagi yang tidak menemukan air”* Abu Muhammad mengatakan, “Maksudnya adalah (perasan sari buah) yang tidak memabukkan.” (Sunan Daruquthni no. 231)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu cara yang dapat dilakukan oleh umat Islam untuk berwudu tatkala dalam kondisi keterbatasan air bersih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwasanya umat Islam diperbolehkan memanfaatkan air apa saja untuk berwudu dalam kondisi yang tengah terbatas. Jika merujuk pada hadist di atas, salah satu jenis air yang masih bisa dipergunakan untuk berwudu adalah air perasan atau rendaman sari buah. Kita mengenalnya dengan jus atau infused water.

Meski pun telah ada garis hijau, namun perlu juga kita perhatikan bahwa hendaknya air perasan atau rendaman sari buah tersebut dipilih yang tidak memabukkan. Hal ini juga menandakan bahwa berwudu dengan air apa saja dalam kondisi terbatas diperbolehkan. Beberapa hal yang membutuhkan perhatian lebih lanjut adalah bahwa kita juga perlu memastikan air yang dipergunakan tersebut bebas dari najis. Dengan begitu, kita pun dapat memanfaatkannya dengan lebih leluasa. Terlepas dari pada hal itu, memanfaatkan air perasan buah untuk berwudu hanya diperbolehkan saat kondisi air bersih sulit didapatkan.

Related Articles

Back to top button