Rangkaian ibadah haji tahun ini telah mencapai puncaknya. Begitu banyak umat Islam yang telah menunaikan ibadah tersebut. Tentu saja kita semua berharap agar saudara-saudara kita yang berkesempatan untuk memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala tahun ini memeroleh pahala dan diharapkan mabrur hajinya. Beberapa hari sejak rangkaian ibadah selesai, jemaah telah mulai dipulangkan. Akan ada banyak sambutan dari orang-orang terdekat dan tersayang. Hal ini lantaran ketika berpamitan safar, terdapat doa-doa dari kerabat dan sahabat yang juga sekaligus dihantarkan. Maka dari itu, sambutan ini sering kali membawa kebahagiaan tersendiri terutama jika datang dari keluarga pribadi.
Terkait hal ini, adakah kebiasaan atau adab tertentu yang bisa kita tiru dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Hal ini sebagaimana diketahui dari Ka’ab bin Malik, yang berkata,
“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila datang dari bepergian, beliau masuk ke masjid, lalu shalat dua rakaat di dalamnya, kemudian beliau duduk untuk melayani orang-orang”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 88, no. 2773]
Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu adab yang sebaiknya kita terapkan ketika usai melakukan safar. Dalam Islam, ibadah haji termasuk dalam salah satu jenis safar. Safar sendiri adalah perjalanan yang dilakukan oleh umat Islam, baik dengan tujuan ibadah, perang, atau pun perjalanan lainnya. Biasanya disebut safar ketika perjalanan tersebut memakan waktu minimal dua hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau memberikan contoh dari penerapan adab yang tepat tatkala beliau usai pulang dari perjalanan jauhnya. Pada hadist di atas, disebutkan bahwa setiap pulang dari safar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan dua kebiasaan utama.
Yang pertama, beliau sudah pasti masuk ke dalam masjid. Setelah pulang dari perjalanan jauhnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi ke masjid dan menunaikan shalat di dalamnya. Biasanya beliau akan melakukan shalat tersebut sebanyak dua rakaat. Shalat yang dimaksud adalah shalat sunah seperti shalat tahiyatul masjid atau dhuha. Setelah shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diketahui akan melayani orang-orang. Hal ini bermaksud bahwa beliau akan senantiasa menyambut siapa saja yang mendatanginya seusai pulang dari safar. Bisa jadi orang-orang tersebut adalah para umat yang telah sangat merindukan dirinya karena sudah pasti perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan selalu ditemani oleh para sahabat tercintanya.
Hal ini sejatinya yang juga menjadi sebab awal dari kunjungan keluarga yang dilakukan oleh umat Islam pada orang-orang yang baru pulang dari perjalanan ibadah haji. Bukan bermaksud untuk meminta oleh-oleh, namun perkara saling mengunjungi dan menyambut ini adalah bagian dari sunah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya bukan sekedar untuk melepas rindu semata tapi juga untuk berbagi cerita atau pengalaman yang baru saja didapatkan. Aktivitas mengunjungi dan menyambut ini sejatinya juga menyimpan manfaat. Orang-orang yang telah lama pergi lantas akhirnya kembali pulang dan menemui keluarga juga sahabat mereka akan menjadi alasan untuk mempererat hubungan dengan sesama. Tentu saja, ada manfaat tersendiri dari hal ini yaitu terciptanya hubungan yang semakin kuat.