Godaan bagi manusia terhadap perbuatan-perbuatan mungkar tentu saja sangatlah besar. Terutama di dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak peluang bagi kita untuk dengan mudah terpengaruh pada hal-hal berbau maksiat. Kemungkinan untuk terjerembap dalam perkara dosa pun sangat sering terjadi. Namun, tentu saja hanya orang-orang yang memiliki keyakinan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah Ta’ala saja yang mampu melewati berbagai godaan tersebut. Bukan tanpa sebab, pasalnya godaan akan sangat sulit menghampiri orang-orang yang semasa hidupnya di dunia selalu berusaha untuk memperkuat iman.
Dari Qais, ia berkata : Abu Bakar (Ash-Shiddiq) berkhutbah, setelah ia memuji Allah dan menyanjung-Nya, ia berkata, “Wahai para manusia, sesungguhnya kalian telah membaca ayat ini, tetapi kalian keliru dalam memahaminya, yaitu ayat (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu. Orang yang sesat tidak akan mendatangkan madlarat kepadamu bila kamu telah mendapat petunjuk”. [QS. Al-Maaidah : 105]
Ayat di atas menjelaskan tentang sebab utama mengapa godaan dapat terus datang kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui ayat di atas berfirman bahwasanya godaan memang akan selalu datang sebagai bentuk ujian terhadap umat manusia. Namun, bagi mereka yang beriman yakni yang senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, godaan apa pun yang berdatangan sejatinya tidak akan menggoyahkan diri dan keimanan mereka. Hal ini dapat terjadi lantaran mereka telah mendapatkan petunjuk yakni keyakinan akan kebesaran dan kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Terkait hal ini, tentu saja banyak yang akan bertanya tentang cara agar dapat senantiasa menguatkan iman kita. Hal ini sejatinya terbilang sederhana, namun sulit untuk dilaksanakan. Keimanan seseorang tak akan tercapai sempurna sebelum ia benar-benar bertakwa. Takwa sendiri hanya dapat ditempuh jika kita mampu meninggalkan segala hal yang dilarang Allah sekaligus melaksanakan perintah-perintah-Nya. Jika langkah ini senantiasa kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari maka bukan tidak mungkin jika apa pun godaan yang datang menghampiri maka hal tersebut tidak akan mampu menggoyahkan keimanan kita.
Hal ini menandakan bahwa sejatinya bukanlah godaan yang menjadi masalah namun kemampuan kita dalam mencegahnya. Dengan ketakwaan yang terpatri baik dalam hati, seorang Mukmin bahkan tak perlu berusaha untuk menghindari godaan karena mereka telah tahu batasan-batasannya. Namun, bagi orang-orang yang tak peduli pada dosa godaan dapat merasuki hati dan pikirannya. Bukan tanpa sebab, pasalnya godaan terutama yang berbau maksiat dapat menjadi sebab dari terhalangnya berbagai kebaikan. Bahkan godaan hal tersebut juga dapat mematikan hati, merusak kehidupan, dan mendatangkan siksa Allah Ta’aalaa. Naudzubillah min zalik, semoga kita terhindar dari hal-hal buruk tersebut.