Begitu banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang Mukmin untuk memperkaya pahala. Selain dengan menunaikan ibadah wajib, kita juga dianjurkan untuk bisa melakukan beragam jenis amalan sunah. Dzikir, sedekah, hingga puasa Senin Kamis adalah beberapa bentuk amalan sunah yang cukup sering kita dengar keutamaannya. Tak hanya itu, shalat sunah nyatanya juga termasuk dalam perkara yang juga cukup besar menawarkan pahala. Meski pun demikian, tak banyak Mukmin yang memahami cara tepat dalam menunaikan shalat sunah yang sebenarnya.
Dari Nafi’ bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Shalatlah kalian (shalat sunah) di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.” (HR. An-Nasa’i no. 1580)
Shalat sunah mulai dari tahajud dan juga dhuha adalah dua jenis amalan yang banyak dilakukan oleh Mukmin. Tidak jarang, anjuran untuk melakukan perkara tersebut juga sangat tinggi. Bahkan beberapa pemuka agama mengajak umat Islam untuk dapat melakukan shalat sunah di masjid. Pada kenyataannya, tata cara terbaik dalam melaksanakan shalat sunah menurut Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah di rumah masing-masing. Berbeda dengan sholat fardu yang memang diperintahkan untuk dilakukan di masjid, sholat sunah dilakukan di rumah dengan tujuan untuk membuat rumah orang Mukmin tidak sepi.
Makna sepi dalam hal ini diibaratkan seperti kuburan yang mana dianggap kebanyakan manusia seperti tempat yang gelap dan suram. Tepat sekali, seperti itulah gambaran rumah yang di dalamnya tidak dihiasi dengan amalan sholat sunah. Sementara, bagi orang Mukmin yang gemar memperbanyak amalan tersebut di rumahnya, para malaikat akan senang mendatangi hunian mereka. Sebaliknya, setan justru tidak menyukai rumah yang penuh dengan rutinitas ibadah pemiliknya. Begitulah sejatinya tujuan utama dari anjuran melaksanakan sholat sunah di rumah. Kebiasaan ini akan menghidupi sekaligus menghiasi rumah orang Mukmin dengan berbagai hal baik dan berkah.