Memiliki segala hal yang ada di dunia mungkin saja menjadi perkara yang amat diinginkan oleh sebagian besar manusia. Bagaimana tidak? Kekuasaan, jabatan, harta dan juga takhta memungkinkan bagi kita untuk bisa mengendalikan perputaran kehidupan. Sayangnya, kesempatan tersebut tak dimiliki oleh setiap orang. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan segala kenikmatan dunia hanya pada beberapa orang saja. Tujuannya, ada yang merupakan buah keberkahan namun ada pula yang sejatinya hanya ujian dunia.
Pada kenyataannya, umat manusia terutama kaum Muslimin dan Muslimat tak perlu bekerja sekeras itu hanya untuk ‘menggenggam dunia’. Kunci utama dari terwujudnya hal tersebut hanyalah senantiasa bersyukur terhadap segala hal yang telah dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hidupnya. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Dari barang siapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” [HR Ibnu Majah, no. 4141)
Hadist di atas menjelaskan tentang tanda-tanda yang dapat terlihat jika kita termasuk dalam orang yang beruntung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa terdapat tiga alasan bagi kita agar dapat selalu bersyukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau mengatakan bahwa salah satu alasan bagi umat Islam untuk senantiasa bersyukur adalah bangun dari tidur dalam keadaan sehat wal ‘afiat di pagi hari. Kesehatan adalah hal yang utama. Tanpa tubuh yang sehat dan prima kita tidak mampu menjalani kehidupan di dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikan bahwa salah satu hal yang patut disyukuri adalah perasaan aman dan nyaman baik pada diri sendiri mau pun anggota keluarga. Keamanan dan kenyamanan bukanlah perkara yang mudah didapatkan. Di luar sana ada orang yang mungkin nyawanya sedang terancam karena sesuatu hal. Ada pula yang mungkin mencari nafkah dengan pekerjaan yang penuh resiko. Segala hal ini tentu saja dapat mengusir rasa aman dan nyaman dalam hati dan pikiran kita. Itulah sebab mengapa perasan ini harus disyukuri.
Sementara, hal terakhir yang juga wajib kita syukuri adalah terpenuhinya seluruh kebutuhan terutama pangan. Meski terdengar sederhana, sejatinya tak banyak yang tahu bahwa masih banyak orang di luar sana masih kesulitan memeroleh makanan. Sayangnya, beberapa kalangan justru meremehkan hal ini. Merasa mampu memenuhi segala kebutuhan, ada beberapa orang yang gemar membuang-buang makanan. Pada kenyataannya, jika Allah menghendaki bisa saja Dia mencabut segala nikmat tersebut secepat kilat. Namun, kita semua memahami bahwa Allah Maha Penyayang.
Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya menderita. Maka dari itu, wajib bagi umat Islam untuk dapat mensyukuri segala nikmat yang sederhana ini. Bagi kita mungkin ini sederhana, tapi bagi orang lain yang hidupnya penuh kesulitan seluruh hal tersebut sungguh amat berharga. Begitu pentingnya tiga perkara ini hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan orang-orang yang memeroleh seluruh kenikmatan tersebut saat ia bangun di pagi hari adalah seperti ‘menggenggam seluruh isi dunia’. Semoga dengan senantiasa mengingat hadist ini kita akan menjadi pribadi yang tak lupa bersyukur.