Maha Baik Allah yang Merahasiakan Aib Orang-Orang Beriman

Dunia bagi orang-orang yang beriman sejatinya terasa bagai penjara. Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat begitu banyak godaan yang mungkin timbul hanya untuk menjerumuskan manusia pada dosa dan maksiat. Meski pun demikian, orang-orang beriman adalah mereka yang telah berusaha sangat keras untuk menghindari larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jikalau terdapat dosa yang dilakukannya, hal tersebut pasti merupakan sebuah keterpaksaan dan ketidaksengajaan.

Kabar baiknya, Allah Maha Penyayang. Dia satu-satunya yang akan memberikan kemudahan bagi hamba-hamba beriman yang juga tak luput dari dosa. Namun, selama kita berusaha untuk dapat menghindarinya, Allah pun juga akan menutup sebaik mungkin kesalahan kita dan disimpan sebagai cara paling ampuh untuk membuat kita menyadari kesalahan di hari perhitungan nanti. Hal ini sebagaimana telah diketahui dari Qatadah dari Shafwan bin Muhriz Al Maziniy yang berkata;

“Ketika aku sedang berjalan bersama Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma, ada seorang yang memegang tangannya ketika menyodorkannya lalu berkata: “Bagaimana kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata tentang An-Najwaa (pembicaraan rahasia antara Allah dengan hamba-Nya pada hari Qiyamat)?” Maka dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya Allah ketika orang beriman didekatkan lalu bagian sisi badannya diletakkan kemudian ditutup, Allah berfirman: “Apakah kamu mengenal dosamu yang begini?, apakah kamu mengenal dosamu yang begini?” Orang beriman itu berkata: “Ya, Tuhanku”. Hingga ketika sudah diakui dosa-dosanya dan dia melihat bahwa dirinya akan celaka, Allah berfirman: “Aku telah merahasiakannya bagimu di dunia dan Aku mengampuninya buatmu hari ini”. Maka orang beriman itu diberikan kitab catatan kebaikannya. Adapun orang kafir dan munafikin, Allah berfirman: Dan para saksi akan berkata: itulah orang-orang yang mendustakan Tuhan mereka. Maka laknat Allah untuk orang-orang yang zalim“. (HR. Bukhari)

Hadist di atas menjelaskan tentang kebaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya. Allah Maha Mengetahui bahwa sejatinya tidak ada satu pun manusia yang luput dari dosa. Sebesar apa pun upaya yang dilakukan, manusia adalah tempatnya lupa. Hal tersebut sering kalu membuat kita melakukan kesalahan yang bahkan tanpa pernah disadari. Namun, salah satu dari kebaikan Allah adalah Dia menutupi kesalahan kita serapat dan sesempurna mungkin. Tak ada yang dapat mengungkapnya kecuali atas izin Allah.

Sayangnya, perlu diketahui bahwa keistimewaan tersebut hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala merahasiakan dosa-dosa mereka. Kelak, tatkala tiba hari perhitungan Allah akan mengungkapkan kesalahan tersebut. Jika orang ini menyadari dan mengakui kesalahannya, maka ampunan Allah menjadi hak mereka. Sebaliknya, ampunan tidak akan menjadi hak dari pada orang-orang kafir dan munafik. Mereka termasuk dalam golongan yang mendustakan Allah Ta’ala dan tentu saja akan mendapatkan laknat akibat kezaliman yang diperbuatnya. Naudzubillah min zalik.