Keutamaan Memiliki Hati yang Lapang bagi Seorang Pemimpin

Menerima amanah sebagai pemimpin adalah tanggung jawab yang besar. Bagaimana tidak? Pasalnya setiap kepemimpinan kelak akan dimintai pertanggung – jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat kelak. Maka dari itu, tatkala mengemban amanah luar biasa ini umat Islam dianjurkan untuk dapat melaksanakannya dengan hati yang senang juga lapang. Bukan tanpa sebab, pasalnya kelapangan hati dalam mengemban amanah dapat mendatangkan kemudahan dalam melaksanakan amanah tersebut.

Hal ini sebagaimana diketahui dari Aisjah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di rumahku ini:

Ya Allah siapa yang menguasai sesuatu dari urusan umatku, lalu mempersukar pada mereka, maka persukarlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku lalu berlemah – lembut pada mereka, maka permudahlah baginya.” (HR. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan tentang doa dan harapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada Allah Ta’ala tentang nasib umatnya yang dipimpin oleh seseorang. Melalui doa tersebut, beliau berharap bahwa jika ada seorang pemimpin yang berperangai baik dengan senantiasa memperlakukan masyarakatnya dengan perlakuan yang lemah lembut, adil, juga bijaksana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan diri orang tersebut kemudahan dalam menjalani pofesinya. Sebaliknya, jika ada yang berlaku kasar kepada masyarakatnya maka beliau juga mendoakan kesulitan yang mungkin dihadapi oleh pemimpin tersebut.

Ya, dalam ajaran agama Islam menjadi seorang pemimpin tak sekedar jabatan saja tapi juga merupakan amanah yang sangat besar tanggung jawabnya. Jika aturan yang diberlakukan membuat masyarakat merasa tidak nyaman, selalu ketakutan, atau bahkan sulit dalam memenuhi kebutuhan maka tindakan tersebut termasuk dalam kezaliman yang amat dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, umat Islam diharapkan dapat menerapkan hukum yang baik dalam memimpin suatu kaum. Tujuannya adalah agar kepemimpinan tersebut dapat membuahkan pahala sang pemimpin dan manfaat bagi masyarakatnya.