Menghadapi musibah mungkin memang bukanlah perkara mudah bagi manusia. Hal ini terjadi lantaran tidak semua manusia memiliki kekuatan hati yang sama dalam menerima keadaan yang tengah dihadapinya. Baik itu kelelahan, pikiran yang risau dan cemas, hati yang sedih, hingga penyakit yang datang menjadi beberapa contoh dari cobaan yang sering terjadi dalam kehidupan. Namun, umat Islam dianjurkan untuk dapat menghadapinya dengan kesabaran. Bukan tanpa alasan, pasalnya setiap penderitaan yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hamba-Nya menjadi penggugur dosa-dosa.
Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Tiada seorang mukmin yang ditimpa oleh lelah atau penyakit, atau risau pikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan dijadikan penebus dosanya oleh Allah.” (HR. Bukhari-Muslim)
Hadist di atas menjelaskan tentang makna dari datangnya cobaan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat dan umatnya beliau berpesan bahwa cobaan yang diturunkan Allah pada hamba-Nya tersebut adalah salah satu cara terbaik untuk menghapuskan dosa-dosa dalam hidupnya. Dalam cobaan, biasanya ada penderitaan yang dirasakan oleh seseorang. Penderitaan ini pun beraneka ragam, ada yang ringan ada pula yang berat. Sayangnya, tidak semua orang mampu menghadapi cobaan dengan baik.
Terkait hal ini, umat Islam dianjurkan untuk dapat menghadapi cobaan dengan kesabaran. Memang, bukan hal yang mudah untuk tetap tenang dan tabah saat dilanda masalah. Namun, percayalah bahwa terdapat keutamaan dari perkara tersebut. Ya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kesabaran hamba-Nya sebagai penebus dosa-dosa yang telah lampau. Hati yang sabar merupakan tanda dari keikhlasan seorang hamba atas takdir dan hal yang Allah tetapkan melalui cobaan ini. Barang siapa yang mampu melewatinya dengan kelapangan hati maka mereka dapat terampuni segala macam dosa-dosanya.