Waspada, Kerugian Ghibah Menyamai Dosa Memakan Riba

Berkomunikasi dengan sesama adalah salah satu bentuk upaya dalam memperpanjang tali silaturahmi. Kadang kala, berawal dari basa basi biasa komunikasi bahkan dapat berjalan semakin serius dan mendalam. Tidak jarang, banyak pula kesempatan yang lahir dari komunikasi tersebut untuk menciptakan kerja sama atau memperluas jaringan dengan orang lain. Sayangnya, komunikasi yang terlalu dalam bisa juga menceng dari tujuan awal. Bahkan, yang sangat disayangkan kesempatan berkomunikasi ini justru dimanfaatkan hanya untuk ghibah sekaligus menyebarkan aib orang lain.

Hal tersebut sejatinya adalah perkara yang amat terlarang. Hal ini sudah sering diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam kepada para sahabat dan umatnya. Dari Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu ia berkata sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

?إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الإِسْتِطَالةَ فِي عِرْضِ المُسْلِمِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَفِي رِوَايَة : مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ

Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.” (H.R. Abu Dawud no. 4866-4967)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu bahaya ghibah. Menurut Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ghibah amat berbahaya terutama yang dapat membuat dua orang memperpanjang dan membeberkan aib saudara seimannya. Ghibah seperti itu termasuk dalam kategori riba yang paling besar. Seperti yang kita pahami, riba adalah aktifitas yang sangat dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Selain dapat merugikan orang lain, riba juga mendatangkan dosa besar.

Hal ini lantaran riba termasuk dalam perkara yang membinasakan. Tidak hanya itu, riba juga dapat mendatangkan adzab dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang sangat membahayakan adalah fakta bahwa riba memiliki tujuh puluh tingkatan. Tingkatan yang paling ringan saja dosanya sama dengan melakukan zina dengan ibu sendiri. Begitulah kira-kira gambaran dosa yang didapatkan oleh orang-orang yang senang berghibah. Dosa tersebut berlaku salam seperti dosa dalam memakan riba. Naudzubillah min zalik, semoga kita terhindar dari kesempatan dan kebiasaan berghibah.