Waspada, Ini Kebiasaan Buruk yang Tak Disadari dan Sebab Terhapusnya Pahala Amal Baik

Salah satu tugas manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal tersebut sejatinya juga menjadi bagian dari tujuan Allah menciptakan manusia. Oleh karena itu, banyak di antara kita yang berlomba-lomba untuk memperkaya amal ibadah. Mulai dari yang wajib hingga yang bernilai sunah, apa pun amal ibadah yang dilakukan semata-mata untuk mengharap rida Allah saja akan menjanjikan pahala yang besar hingga berlipat ganda.

Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa pahala dari setiap perbuatan amal yang kita lakukan bisa seketika hilang begitu saja. Hal ini menjadikan apa pun hal yang kita lakukan di muka bumi ini menjadi sia-sia. Namun, sebagian besar orang justru tak paham bahwa terdapat beberapa perbuatan yang tanpa disadari bisa menghapuskan seluruh pahala kita. Salah satu di antaranya adalah perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana diketahui dalam al-Qur’an bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (65) Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur“.(66) [QS. Az Zumar: 65-66]

Ayat al-Qur’an di atas menjelaskan tentang peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada utusan-Nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk tidak terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang termasuk dalam mempersekutukan Allah Ta’ala. Bukan tanpa alasan, pasalnya mempersekutukan Allah memiliki makna bahwa kita meyakini ada tuhan lain selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sama artinya dengan menduakan Allah serta segala kekuasaan-Nya. Orang-orang yang mempersekutukan Allah di dunia termasuk dalam golongan orang yang merugi di akhirat kelak.

Hal ini lantaran seluruh amal perbuatan yang telah dilakukannya terhapus sia-sia. Terkini, sejatinya begitu banyak contoh dari perihal mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja, banyak orang yang tak menyadarinya. Meyakini nasib kita pada benda-benda tak bernyawa termasuk dalam perbuatan dosa tersebut. Tak hanya itu, ketika kita lebih memercayai kekuatan dan kekuasaan manusia tanpa terlebih dahulu memohon pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala hal tersebut juga termasuk dalam perbuatan menduakan Allah.

Namun, banyak yang tak menyadari bahwa sejatinya makna perbuatan yang sama juga sering kita lakukan yakni ketika kita lupa mensyukuri nikmat yang Allah beri. Ya, kufur nikmat juga termasuk dalam jenis perbuatan buruk ini. Kufur nikmat adalah keadaan di mana kita merasa ujub atas hal-hal yang kita peroleh berdasarkan pada kemampuan kita tanpa meyakini adanya campur tangan Allah di dalamnya. Sungguh, orang-orang yang kufur nikmat lebih buruk di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala karena tidak mengakui adanya kekuasaan Allah terhadap jalan hidup yang mereka lalui. Naudzubillah min zalik, semoga kita terhindar dari perbuatan menduakan Allah.