Pendidikan

Tiru Sikap Rasulullah dalam Menghadapi Kenakalan Ringan Buah Hati

Kerap melakukan kesalahan sederhana tentu saja sangat wajar apa bila dilakukan si kecil. Bukan tanpa alasan, pasalnya anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Hal tersebut adalah bagian dari tumbuh kembang yang mereka alami. Menyikapi hal ini, orang tua perlu melakukan hal yang tepat. Terpancing emosi hingga mengeluarkan suara bernada tinggi tentu tidak akan menyelesaikan masalah.

Sebaliknya, orang tua dianjurkan untuk dapat tetap mengontrol emosi hingga menghasilkan ketenangan bagi buah hati. Hal ini pulalah yang sejatinya menjadi sikap yang diambil oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat berhadapan dengan anak kecil. Beliau diketahui begitu penyayang dan sangat menghindari bentakan. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

Bukan dari golongan ummatku seorang yang tidak menghormati orang-orang tua di kalangan kami, dan tidak menyayangi anak-anak kecil di antara kami, dan juga seorang yang tidak mengetahui hak-hak dari Ulama-Ulama diantara kami“. (HR Ahmad, at-Thabrani)

Hadist di atas menjelaskan tentang sikap yang biasa Rasulullah perlihatkan ketika berhadapan dengan anak kecil. Kasih sayang adalah hal utama yang wajib dilakukan orang tua. Bahkan, sifat ini merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap cucu beliau Al-Hasan dan Al-Husein. Singkat cerita, kedua bocah kecil tersebut tengah bermain kuda-kudaan pada tubuh Rasulullah yang saat itu tengah berada dalam keadaan sujud dalam sholat.

Meski sejatinya tengah khusyuk melakukan ibadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah sama sekali tidak terpancing emosi pada kedua cucunya tersebut. Sebaliknya, beliau berusaha untuk dapat menurunkan kedua cucunya yang tengah menunggangi dirinya tersebut dengan cara yang lembut dan tidak menyakiti. Setelah menyelesaikan sholatnya, beliau sama sekali tidak membentak Al-Hasan dan Al-Husein dan justru mencium keduanya dengan penuh kasih dan sayang.

Sikap Rasulullah ini adalah contoh nyata dari kasih sayang beliau terhadap anak kecil. Jika dalam beribadah saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak merasa terganggu atas tingkah laku kedua cucunya, lantas mengapa kita harus marah dan membentak buah hati sendiri atas hal yang mereka tidak ketahui? Sungguh, sebaik-baiknya contoh bagi orang tua dalam menangani anak-anak adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Related Articles

Back to top button