Hari Kiamat tak hanya merupakan tanda berakhirnya dunia saja. Kiamat sejatinya justru awal baru bagi seluruh manusia di kehidupan kekalnya di akhirat. Maka dari itu, kehidupan bahagia yang aman dan damai di akhirat kelak menjadi keinginan setiap manusia. Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahwa dibutuhkan upaya untuk bisa mencapai hal tersebut.
Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah salah satu tanda bahwa kita telah melangkah menuju kehidupan akhirat yang diinginkan tersebut. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kehidupan sebelum akhirat harus terlebih dahulu melalui hari kehancuran. Di saat tersebut, manusia dikatakan akan beterbangan bagai anai-anai akibat siksaan dan kebinasaan dunia yang kejam.
Tak ada satu pun hal yang mampu menyelamatkan kita kecuali pertolongan dan naungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, semasa hidup di dunia hendaknya kita harus mampu mencari cara agar kelak Allah memberikan naungannya kepada kita. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mempermudah kesulitan yang dialami oleh orang lain di kehidupan dunia.
Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Barang siapa yang ingin dinaungi Allah dengan naungan-Nya (pada hari kiamat), maka hendaklah ia menangguhkan waktu pelunasan hutang bagi orang yang sedang kesulitan, atau hendaklah ia menggugurkan hutangnya.” (HR. Ibnu Majah II/808 no. 2419)
Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk memeroleh naungan Allah di hari Kiamat. Menurut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, naungan Allah Ta’ala akan menjadi hak bagi orang-orang yang semasa hidupnya di dunia gemar menolong orang lain yang tengah dirundung kesusahan. Tentu saja terdapat berbagai macam jenis kesulitan yang dihadapi seseorang.
Salah satunya adalah kesulitan keuangan. Biasanya, untuk dapat keluar dari masalah ini seseorang akan berusaha mencari pinjaman kepada orang lain. Sayangnya, akibat keadaan keuangan yang belum juga dapat pulih dengan baik, sering kali seseorang belum mampu mengembalikan uang yang dipinjamnya tersebut. Bagi sang peminjam, sejatinya hal ini adalah tiket emas untuk mendapatkan naungan Allah di hari Kiamat nanti.
Ya, jika memungkinkan sesuai dengan keadaan, alangkah baiknya jika kita dapat menangguhkan waktu pembayaran bagi orang yang meminjam. Atau akan lebih baik lagi jika kita dapat merelakannya saja dan memeroleh pahala berinfak yang besar dari Allah Ta’ala. Mungkin saja, uang yang dipinjam tidaklah seberapa. Namun, bagi orang yang tengah kesulitan jumlah uang tersebut mungkin terbilang besar.
Maka dari itu, Allah menghadiahkan balasan yang utama bagi orang-orang yang dapat meringankan kesulitan orang lain. Balasan yang lebih mulia lagi juga bisa didapatkan oleh mereka yang bahkan mampu menghilangkan kesulitan tersebut. Naungan Allah Ta’ala tentu saja sudah menjadi hak milik mereka. Kelak, tak banyak orang yang akan mendapatkan naungan tersebut. Hanya orang-orang yang terpilih saja yang bisa memerolehnya.