Memiliki rezeki berlebih tentu menjadi pertimbangan bagi umat Islam untuk dapat berpartisipasi dalam momen hari raya Idul Adha kali ini. Ya, partisipasi tersebut berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah kurban seperti yang sering dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meski pun demikian, hendaknya kaum Muslimin dan Muslimat perlu memerhatikan beberapa hal terkait pemilihan hewan kurban. Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat syarat dan ketentuan dari kondisi hewan kurban agar ibadah yang kita tunaikan sempurna dan membuahkan pahala. Maka dari itu, memilih hewan kurban tidak bisa sembarangan. Jika Sahabat kurang memiliki pengetahuan tentang syarat dan ketentuan hewan kurban, berikut tips yang bisa dimanfaatkan:
Pilih lokasi atau penjual hewan yang terpercaya
Jelang Idul Adha akan ada banyak penjual hewan kurban dadakan yang memenuhi lingkungan sekitar kita. Meski sejatinya terdapat banyak pilihan hewan kurban, namun kita harus tetap memerhatikan lokasi atau area penjualan hewan tersebut. Pastikan bahwa sang penjual dapat dipercaya dengan memahami dengan benar kondisi kesehatan hewan dagangannya. Tidak hanya itu, lokasi penjualan juga perlu diperhatikan apakah telah mengutamakan kebersihan dan kesehatan hewan-hewan yang kelak akan menjadi saksi kebaikan Anda. Hindari penjual yang tidak mengutamakan kebersihan lokasi penjualan karena dapat menambah kemungkinan terjadinya serangan penyakit khas hewan ternak.
Perhatikan kondisi dan kelakuan hewan yang akan dibeli
Sebagai manusia awam, tentu kita tidak memiliki banyak pengetahuan tentang kondisi hewan kurban yang sehat. Namun, kita dapat memperkecil kemungkinan tertipu membeli hewan yang berada dalam kondisi yang tidak sesuai dengan syarat kurban. Salah satunya adalah dengan memerhatikan tingkah laku hewan kurban. Perhatikan apakah hewan pilihan Anda terlihat sering menggaruk atau menggosokkan badan. Terlebih lagi jika bagian tubuh yang digaruknya meliputi bibir dan kuku maka dikhawatirkan jika hewan tersebut terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut. Tak hanya itu, hewan yang sehat biasanya akan selalu aktif dan prima bahkan nafsu makannya tergolong tinggi. Jika hewan pilihan Anda terlihat lesu dan tidak bersemangat, sebaiknya ganti segera hewan pilihan Anda.
Jika memungkinkan mintalah SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) pada Penjual
Kesehatan hewan ternak adalah syarat utama dari ibadah kurban. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait masalah ini adalah usia hewan ternak. Bagi kambing atau domba, sebagai hewan kurban harus dipilih dengan usia minimal satu tahun. Sementara bagi sapi dan kerbau harus telah mencapai paling tidak usia dua tahun. Tak hanya itu, jangan memilih hewan ternak yang cacat. Hewan ternak yang akan menjadi kurban hendaknya harus tidak boleh kurus, bulu terlihat bagus dan mengkilap, mata bersinar, aktif bergerak, pernapasan baik serta detak jantungnya normal. Demi mendapatkan hewan kurban sesuai dengan syarat ada baiknya jika Sahabat meminta SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari Penjual.
Itulah tiga tips yang bisa dimanfaatkan dalam memilih hewan ternak. Semoga rangkuman ini dapat berguna untuk membantu Sahabat DermaWAN sekalian yang ingin menafkahkan hartanya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala tahun ini. Permudah aksi berkurban Anda dengan memercayakan Aksizakat dalam mengelola harta dan juga niat Anda untuk beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga infak Anda dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang berada di pelosok desa. Dengan begitu, Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat menurunkan pahala dan keberkahan pada ibadah kurban yang Sahabat sekalian tunaikan, aamiin yaa robbal alamin.