Rasa tidak puas menjadi salah satu sifat yang sering muncul dalam hati manusia. Hal ini bahkan dapat semakin buruk tatkala melihat berbagai bentuk kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Ada yang kaya akan rupa, ada pula yang kaya harta. Tidak jarang, ada pula orang yang kaya akan jaringan sehingga mampu memudahkan dirinya untuk membangun bisnis dan usaha. Seketika, perasaan iri muncul dan membuat kita menjadi rendah diri.
Pada kenyataannya, umat Islam dianjurkan untuk dapat mensyukuri segala bentuk nikmat dan rezeki. Kita juga sebaiknya dapat mengatasi atau mengendalikan nafsu agar tidak mudah terpancing rasa iri akibat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan melihat pada keadaan orang yang hidupnya lebih sulit dari diri kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila salah seorang dari kalian memandang orang diberi kelebihan melebihi harta dan bentuk tubuhnya, hendaknya ia memandang orang yang lebih rendah darinya di mana ia diberi kelebihan atasnya.” (HR. Muslim)
Hadist di atas menjelaskan tentang anjuran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya agar tidak mudah merasa iri dengan kelebihan orang lain. Beliau menyarankan kita agar sesering mungkin melihat pada orang yang hidupnya lebih rendah dari diri kita. Tujuannya adalah agar kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tatkala kita telah bersyukur dan memahami kebesaran Allah, kita tidak akan mudah berputus asa jika melihat nasib atau kehidupan orang lain yang lebih dari pada kita.
Sejatinya, tidak ada hal yang dapat kita ketahui melebihi kemampuan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam memahami kehidupan hamba-Nya. Bisa jadi, hidup orang lain yang terlihat sempurna bukanlah hal nyata. Pasalnya, terkini banyak sekali orang yang berusaha menarik perhatian orang lain dengan terlihat sempurna hanya untuk melancarkan bisnisnya saja. Segala kekayaan tersebut juga bisa jadi hanya barang yang disewa saja untuk membangun citra. Maka dari itu, jangan terlalu percaya pada kehidupan orang lain. Percayalah pada ketetapan Allah karena hal tersebut adalah yang terbaik.