Shalat dalam agama Islam tak sekedar sebuah kewajiban bagi kaum Muslimin dan Muslimat saja. Ibadah ini sejatinya adalah tonggak utama dari berdirinya keislaman dalam diri seseorang. Ini juga menjadi alasan mengapa amalan pertama yang akan dihisab Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak adalah shalat yang dilakukan hamba-Nya. Namun, menjalankan sebuah kewajiban mungkin sudah biasa. Di samping hal tersebut, sejatinya ada hal lain yang bisa didapatkan dari shalat selain pahala.
Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Maukah aku beritahukan kepadamu sebaik-baik orang yang mendapat keuntungan? Dia bertanya, Apakah itu, ya Rasulullah? Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Dua rakaat shalat sunah setelah shalat fardu.” (HR. Abu Dawud)
Melalui hadist di atas dapat kita ketahui bahwa terdapat keutamaan lain dari shalat selain pahala kebaikan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya menyatakan bahwa shalat bisa menjadi penyebab bagi umat Islam untuk memeroleh keuntungan. Namun, perlu diperhatikan bahwa keuntungan tersebut hanya bisa diperoleh melalui ibadah shalat yang dilakukan secara sukarela atau tanpa paksaan. Maksudnya, ibadah yang dilakukan secara sukarela tersebut adalah ibadah-ibadah sunah termasuk shalat sunah dua rakaat setelah shalat fardu.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan orang-orang yang melengkapi kewajibannya dengan shalat sunah seperti mereka yang menerima keuntungan. Bagaimana tidak? Jika ibadah wajib saja masih banyak yang meninggalkan, bagaimana dengan ibadah sunah? Tentu dibutuhkan niat dan tekad yang kuat dalam menjalaninya. Maka dari itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menghadiahi keberuntungan bagi hamba-Nya yang suka hati melengkapi ibadah wajib dengan amalan sunah, terutama shalat sunah dua rakaat setelah shalat wajib.