Perilaku sering kali menjadi poin utama yang dimanfaatkan seseorang untuk menilai diri orang lain. Baik atau pun buruk sikapnya juga menentukan cara seseorang memperlakukan orang lain. Kerap kali, perilaku baik menimbulkan kesan yang baik pula. Sebaliknya, perilaku buruk juga bahkan lebih membekas di hati dan ingatan seseorang. Sejatinya, yang memanfaatkan perilaku sebagai bahan pertimbangan bukan hanya manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga melakukan hal serupa terhadap seluruh hamba-Nya. Bahkan, akhlak seseorang dapat menentukan ke mana ia akan berakhir di akhirat.
Hal ini sebagaimana diketahui dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam Surga, beliau menjawab,
“Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu keutamaan dari perilaku baik yang dimiliki oleh seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya menyatakan bahwa perilaku yang baik dapat menjadi alasan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memasukkan hamba-Nya ke Surga. Keutamaan dari akhlak yang baik bahkan mampu menggapai derajat orang yang menghabiskan waktunya untuk memperkaya amalan sunnah. Baik yang gemar berpuasa atau pun sholat sunnah akan tersusul derajatnya oleh orang-orang berakhlak baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR. Tirmidzi)
Tentu saja hadist-hadist di atas hadir bukan untuk membuat umat Islam memilih antara berakhlak baik dan memperkaya amalan sunnah. Keduanya merupakan perkara yang amat dianjurkan pelaksanaannya. Namun, bisa kita bayangkan apalah gunanya kaya amalan tapi bertumbuh menjadi pribadi yang menyebalkan di antara kaum Muslimin. Tentu saja akan ada banyak orang yang merasa terganggu dengan perilaku kita. Oleh karena itu, hak terbaik yang bisa kita lakukan sebagai umat Islam adalah senantiasa memelihara diri untuk tidak mudah berperilaku sewenang-wenang. Tanpa kita sadari, hal ini menjadi kunci mudah untuk menuju Surga.