Salah satu pendidikan dasar yang dibutuhkan seorang anak dan wajib dipenuhi oleh orang tua adalah tata krama. Tata krama sendiri adalah sebuah upaya dalam menjaga etika baik dalam hal komunikasi atau pun interaksi sosial. Tujuannya adalah agar tercipta suasana yang menyenangkan dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai kesopanan. Bagi anak-anak, hal ini sangat penting untuk dipahami sedini mungkin. Bukan tanpa alasan, pasalnya tata krama menjadi salah satu cara bagi orang lain menilai diri kita. Tak hanya dalam keluarga saja, tata krama juga wajib diterapkan dalam ruang lingkup pertemanan buah hati.
Salah satu hal yang sebaiknya orang tua ajarkan pada anak-anak mereka adalah menghindari kebiasaan perbuatan buruk merendahkan orang lain. Bukan tanpa alasan, pasalnya hal tersebut tidak hanya bagian dari contoh perilaku buruk saja tapi juga tanda adanya bibit penyakit hati dalam diri seorang anak. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam pernah bersabda seperti berikut ini,
“Sombong itu adalah suka menolak kebenaran dan senang merendahkan orang lain.” (HR. Muslim)
Rasulullah kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan tentang tanda-tanda dari adanya penyakit hati berupa kesombongan dalam diri seseorang. Salah satu di antaranya adalah menolak kebenaran. Orang yang sombong sangat menentang penegakkan kebenaran. Terutama jika kebenaran tersebut menyangkut tentang fakta kesuksesan seseorang, mereka dengan penyakit hati ini tidak akan rela menerimanya. Bukan tanpa alasan, pasalnya orang-orang yang sombong selalu merasa bahwa dirinya lebih baik dari orang lain sehingga sering berpikir bahwa tidak ada seorang pun yang mampu merasakan pencapaiannya.
Tak hanya itu, kesombongan juga membuat seseorang sangat mudah merendahkan orang lain. Mereka enggan mengakui kemampuan dan kualitas yang dimiliki sesamanya. Ke dua hal ini jika tertanam dalam diri seorang anak sejak dini maka tak hanya akan menumbuhkan bibit penyakit hati saja tapi juga merusak moral mereka. Hal ini menandakan bahwa tata krama yang sepatutnya menjadi bagian dari diri mereka menjadi gagal diterapkan dengan baik. Oleh karenanya, sebagai orang tua kita perlu menanamkan sedini mungkin tentang kebaikan tata krama. Selain dapat memudahkan hubungan dengan teman, penerapan tata krama bagi anak juga melatih dirinya untuk menerapkan sikap sopan dan santun.
Kelak, jika anak-anak telah sangat baik memahami kebaikan tata krama maka mereka tidak akan mudah meremehkan orang lain. Buah hati juga akan terlatih untuk dapat menerima kelebihan dan kesuksesan teman-temannya. Hal ini tentu memiliki manfaat yang baik dalam ruang lingkup pertemanan dirinya. Dengan senantiasa menerapkan tata krama, anak-anak juga dapat semakin percaya diri dalam membantu sesama. Tentu saja, fungsi baik ini akan mendatangkan manfaat yang tak pernah dibayangkan oleh orang tua sebelumnya yakni kemampuan anak yang dapat percaya diri dengan prestasinya namun juga tidak mudah merasa lebih dari orang lain.