Pemahaman Orang yang Paling Kaya Menurut Pandangan Islam

Kekayaan harta sering kali menjadi penilaian pertama terhadap seseorang. Bukan tanpa sebab, pasalnya harta memengaruhi berbagai hal termasuk juga penampilan dan cara berkomunikasi seseorang. Mempertahankan hidup juga membutuhkan harta. Bahkan memperlancar sebuah hubungan juga membutuhkan harta. Meski pun demikian, ada pepatah mengatakan bahwa sebanyak apa pun harta tetap tak bisa membeli kebahagiaan, rasa nyaman, bahkan keselamatan. Meski banyak yang tak sependapat, namun perlu dipahami bahwa harta duniawi tidak akan pernah menjadi bekal terbaik bagi akhirat seseorang kecuali dinafkahkan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam ajaran agama Islam pun, seseorang yang dianggap kaya bukanlah dia yang memiliki banyak harta. Orang yang kaya adalah mereka yang ridha terhadap pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah Subhanahu wa Ta’ala untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.’‘ (HR. Turmudzi)

Hadist di atas menjelaskan tentang pemahaman tentang orang yang paling kaya dalam Islam. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa orang yang paling kaya bukanlah yang terlihat kayak harta. Sebaliknya, orang yang paling kaya adalah mereka yang paling ridha dengan segala pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini membuat mereka hidup dengan penuh semangat dan percaya diri. Pada akhirnya, orang-orang yang senantiasa qanaah terhadap pemberian Allah tersebut dapat hidup secara mandiri dan tidak sedikit pun merasa kekurangan.

Bahkan, situasi dan kondisi yang menurut orang lain sangat darurat, menurut mereka yang qanaah terhadap ketetapan Allah justru lebih dari cukup. Tidal jarang hal ini membuat mereka dapat menginfakkan harta yang dianggapnya telah melebihi kebutuhan dirinya dan keluarga kepada orang lain. Cara menginfakkan harta sendiri bisa beraneka ragam. Ada yang menyantuni anak yatim, memenuhi kebutuhan fakir miskin, atau bahkan membantu melunasi hutang dari saudara dan kerabatnya. Langkah berinfak ini dipandang sebagai cara terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang mukmin terhadap harta yang dimilikinya. Begitulah sejatinya pemahaman orang yang paling kaya menurut ajaran agama Islam.