Pelit Bersholawat pada Rasulullah, Tanda Kekikiran yang Sebenarnya

Cerita tentang kekikiran tentu sudah sering sekali kita dengar. Terdapat berbagai kerugian yang bisa diterima oleh orang-orang yang gemar memelihara sifat buruk ini. Sebagian besar kerugian tersebut biasanya akan membuat orang-orang dengan kekikiran menerima kehancurannya baik di dunia atau pun akhirat. Kikir juga termasuk dalam salah satu penyakit hati yang cukup berbahaya karena dapat membuat seseorang menjadi jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sementara dekat dengan akhirat.

Namun, sebagian besar orang hanya peduli terhadap sifat kikir yang berkaitan dengan harta semata. Pada dasarnya, kekikiran yang justru lebih membahayakan dan tidak disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kekikiran dalam bersholawat kepada beliau. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca shalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi)

Kepada sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa terdapat bahaya yang amat merugikan dari kebiasaan memelihara sifat kikir. Sifat kikir yang dimaksud beliau adalah pelit dalam bersholawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini bahkan dapat mendatangkan ganjaran yang semakin merugikan tatkala nama beliau disebut namun masih ada orang yang tidak mau bersholawat kepadanya. Sungguh, perbuatan ini termasuk dalam kekikiran yang amat berbahaya karena dapat menghilangkan kesempatan untuk mendapat syafaat.

Maka dari itu, hendaknya umat Islam tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam bersholawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain termasuk dalam umatnya kikir, enggan bersholawat terhadap Rasulullah juga membuat kita jauh dari kebaikan. Tak hanya kehilangan kesempatan untuk menerima syafaat saja, orang yang kikir bersholawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga dapat menjadi pihak yang merugi karena telah membuang kesempatan untuk menerima sepulu kebaikan. Ya, begitulah keutamaan lantunan sholawat yang indah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.