Merinding! Ini Gambaran Siksaan Paling Ringan para Penghuni Neraka

Pemahaman akan kehidupan dunia yang sementara tentu sudah diketahui oleh seluruh umat Islam. Ketika hari Kiamat tiba, hal tersebut menandakan berakhirnya kesempatan kita untuk memperkaya amal ibadah. Sayangnya, meski telah mengetahui hal ini masih banyak di antara kita yang menyia-nyiakan begitu saja kesempatan untuk menambah bekal akhirat. Akibat terlalu cinta pada gemerlap dunia, sering kali syariat Islam dikesampingkan hanya untuk memeroleh kenikmatan yang bersifat sementara. Tak banyak yang tahu, bahwa cara-cara haram tersebut bahkan mampu menimbulkan siksaan yang pedih meski hanya dari sepasang sandal kaki.

Hal ini sebagaimana diketahui dari suatu hadist yang berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang kedua telapak kakinya dipakaikan sandal (dari neraka) lantas mendidihlah otaknya.” (HR. Bukhari no. 6561 dan Muslim no.213)

Hadist di atas menjelaskan tentang siksaan yang terbilang paling ringan di Neraka kelak. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa gambaran dari siksaan paling ringan yang akan diterima oleh para penghuni Neraka adalah dipasangkan kepada mereka sandal kaki pada ke dua telapak kakinya. Lantas sandal tersebut terasa begitu amat panasnya hingga mampu membuat otak mereka mendidih. Panas dari sepasang sandal tersebut bahkan dapat mengaliri seluruh tubuh penghuni Neraka tersebut mulai dari bagian kaki menjalar ke pangkal paha lalu melewati bagian perut, dada, kerongkongan, hingga kepala.

Dari gambaran ini, dapat kita ketahui betapa panasnya api yang dirasakan penghuni Neraka dari sandal yang mereka kenakan tersebut. Namun, itu hanyalah gambaran siksaan yang disinyalir paling ringan bagi para penduduk Neraka. Lantas, bagaimana dengan siksaan yang paling kejam? Tentu saja kita tidak dapat membayangkannya. Oleh karena itu, umat Islam sudah seharusnya mawas diri untuk dapat senantiasa melindungi nasibnya agar tidak menderita di akhirat kelak. Jika masih banyak di antara kita yang cukup bingung harus melakukan apa, kembalikan pemahaman kita pada aturan utama agama Islam yakni ketauhidan pada Allah Ta’ala.

Penanaman tauhid yang baik dalam diri kita mampu menjaga sesederhananya aturan yang ditetapkan oleh Allah yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini adalah tugas utama setiap umat manusia di dunia. Maka dari itu, kita harus selalu berusaha memperbarui informasi terkait hal-hal yang halal dan haram. Jika aturan ini dapat selalu kita jaga, maka tetap berdoalah dan senantiasa memohon ampun pada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar nasib kita di akhirat dapat sesuai dengan harapan. Bahkan jika kita menginginkan kehidupan yang terjamin kebahagiaannya di akhirat kelak, perkayalah diri dengan berbagai amalan sunah yang sesuai dengan kemampuan diri kita.