Di antara banyak alasan seseorang mencari nafkah adalah memenuhi kebutuhan hidup dirinya. Hal tersebut bahkan berubah menjadi sebuah kewajiban tatkala seseorang telah memutuskan untuk berkeluarga. Tepat sekali, mencari nafkah dalam situasi dan kondisi berkeluarga merupakan sebuah tanggung jawab yang wajib dipenuhi. Sayangnya, mengingat tidak semua jalan mudah dilalui sering kali aktivitas mencari nafkah terasa amat berat. Pada kenyataannya, memenuhi kebutuhan keluarga adalah salah satu jenis infak yang paling utama. Bahkan posisi keutamaannya mencapai pada level tertinggi dari tujuan infak harta. Dari Abu Asma dari Tsauban berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dinar yang paling utama diinfaqkan oleh seseorang adalah sebagai berikut: dinar yang diinfaqkan untuk isterinya (keluarganya), dinar yang diinfaqkan untuk pengurusan kuda di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan oleh seseorang untuk para sahabatnya yang berjuang di jalan Allah.” (HR. Ibnu Majah: 2750)
Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan mencari nafkah untuk keluarga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya menyampaikan bahwa laki-laki yang mencari nafkah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maka ia akan mendapatkan pahala setara dengan menginfakkan dinar yang paling utama. Pahala ini terbilang sangat besar dibandingkan dengan jenis berinfak yang lainnya seperti membelanjakan harta untuk kepengurusan kuda dan juga mendukung sahabat yang berjuang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Namun, tentu saja tak banyak yang memahami akan keutamaan ini. Kebanyakan di antara para lelaki merasa terpaksa untuk mencari nafkah. Hal tersebut pada akhirnya membuat mereka melepaskan tanggung jawab yang utama terhadap keluarga. Ada yang enggan turun tangan mengurus anak keturunan karena merasa telah lelah bekerja. Ada pula yang berlaku semena-mena pada pasangan karena berpikir bahwa mereka hanya menghabiskan harta saja. Pada kenyataannya, laki-laki adalah pemegang utama seluruh tanggung jawab tersebut.
Atas dasar itulah mereka dihargai sebagai seorang imam di dalam keluarga mereka masing-masing. Bahkan, bukan tidak mungkin bahwa rasa hormat anggota keluarga bertumbuh akan bertumbuh pada imam yang memahami tanggung jawab mereka dengan baik. Maka dari itu, hendaknya kaum laki-laki harus mengerti peran dan tanggung jawab yang mereka emban dalam keluarga. Jika para lelaki berusaha memahami hal ini, percayalah bahwa keberkahan keluarga akan tercipta. Keberkahan tersebut akan terus ada dan mengalir dengan baik hingga menghasilkan pahala luar biasa.