Mempersiapkan buah hati menjadi generasi penerus Islam mungkin saja bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk dilakukan. Namun, tentu saja terdapat cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dari pada melakukan hal-hal besar yang belum pasti mampu membuahkah hasil maksimal, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua sedini mungkin adalah dengan memelihara diri anak dari tanda-tanda kemunafikan. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang berbunyi sebagai berikut ini,
“Tanda-tanda munafik ada tiga: jika berbicara dusta, jika diberi amanat dia khianat dan jika berjanji mengingkari.” (Shahih Bukhari 2485)
Hadist di atas menjelaskan tentang tanda-tanda dari adanya sifat munafik dalam diri seseorang. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa setidaknya terdapat tiga ciri yang khas dan dapat terlihat dari orang munafik. Pertama, orang munafik kerap berdusta jika ia berbicara. Tak hanya itu, mereka juga cenderung berkhianat ketika diberi amanat. Sementara, ciri terakhir dan tak kalah penting dari orang munafik adalah gemar mengingkari janji. Ketiga sikap buruk ini adalah tanda utama dari adanya kemunafikan yang tertanam dalam diri seseorang.
Berbekal tanda-tanda ini, sudah sepatutnya bagi para orang tua untuk dapat berupaya keras menjauhi buah hati mereka dari kemungkinan terjangkit kemunafikan. Bukan tanpa alasan, pasalnya ketika kemunafikan telah merajai diri seseorang, maka akan sangat sulit bagi dirinya untuk dapat menjadi generasi penerus Islam seperti yang diamanatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tak hanya itu, munafik juga menjadi awal mula dari berbagai tindakan yang dapat merusak diri seseorang. Dusta adalah awal mula dari terjadinya penipuan. Khianat adalah penyebab dari perselisihan. Sementara ingkar pada janji adalah alasan terputusnya silaturahmi.
Maka dari itu, demi mempersiapkan buah hati tersayang agar dapat menjadi generasi penerus Islam yang sesuai syariat, orang tua tak perlu muluk-muluk. Sebaliknya, pastikan bahwa anak-anak bisa melancarkan cara terbaik dalam mengelola hati mereka. Berikan pemahaman tentang buruknya sikap munafik ini dengan cara yang paling mudah dipahami. Perkara dusta dapat dicontohkan dengan kebiasaan berbohong yang akan membuat diri mereka menjadi tidak dipercayai. Sementara khianat dapat dimaknai dengan sikap tidak setia kawan yang menjauhkan mereka dari para sahabat. Terakhir, ingkar terhadap janji membuat mereka mudah dibenci. Semoga dengan langkah sederhana ini dapat menjaga diri anak-anak dari buruknya kemunafikan.