Keutamaan Memelihara Sifat Tawadlu’ dalam Hati Kita

Tawadlu’ digadang-gadang menjadi salah satu sifat khas dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Benar sekali, beliau adalah satu-satunya utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan selalu berusaha tunduk lagi patuh terhadap setiap perintah dan larangan-Nya. Kepatuhan Rasulullah ini dapat terlihat dari sikap yang ada pada diri dan kehidupannya sehari-hari.

Tawadlu’ sejatinya memiliki pengertian sebagai sikap rendah hati, tidak sombong, tidak merasa diri lebih dari orang lain. Orang-orang yang senantiasa memelihara sikap ini di dalam hatinya selalu menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sumber dari setiap kenikmatan yang didapatkannya. Maka dari itu, mereka sangat takut dan malu jika terdapat kesombongan dalam hatinya.

Memelihara sikap tawadlu’ pun menawarkan keutamaan. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

Barang siapa tawadlu’ (bersikap rendah diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala satu derajat, niscaya Allah akan mengangkatnya satu derajat; Barang siapa bersikap sombong kepada Allah satu derajat, maka Allah akan merendahkan satu derajat hingga derajat yang paling hina.” [HR. Ibnu Majah No.4166]

Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan memelihara sifat tawadlu’. Menurut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, adanya sifat tawadlu’ dalam diri kita dapat meningkatkan derajat kita di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tatkala kita bersikap merendah terutama kepada Allah, maka Allah akan mengangkat derajat kita sebesar satu derajat. Sebaliknya, jika terdapat kesombongan dalam hati kita terutama kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka Allah juga akan merendahkan derajat kita.

Ketawadlu’an yang tumbuh dalam hati dan diri seseorang seharusnya dapat membantu orang tersebut untuk hidup lebih taat kepada Allah. Bukan tanpa sebab, pasalnya orang yang tawadlu’ selalu berusaha untuk mensyukuri setiap nikmat yang Allah Ta’ala beri. Hal ini lantaran karena ia memahami bahwa Allah satu-satunya pemberi rezeki. Semakin bersyukur maka nikmat yang kita terima pun semakin banyak dan luas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala akan senantiasa menambahnya.