Keutamaan Membantu Buah Hati Pentingnya Memelihara Air Wudu

Keberadaan anak dalam hidup pasangan Muslim sejatinya bukan sekedar bukti berlanjutnya keturunan saja. Buah hati adalah tanggung jawab yang dipercayakan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hamba-Nya yang dinilai mampu menjaga amanah. Oleh karenanya sebagai orang tua, pasangan Muslim sangat wajib membekali anak dengan pengetahuan dasar terkait ilmu tauhid. Meski sejatinya terdengar cukup berat, namun pemahaman akan ketauhidan bisa didapatkan anak-anak dari perkara-perkara ringan yang terjadi atau dilakukan di kehidupan sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah anjuran untuk senantiasa menjaga wudu. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

Tidak ada yang menjaga wudu kecuali orang mukmin.” (HR. Ibnu Majah)

Hadist di atas menjelaskan tentang anjuran bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga wudu. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan bahwa sudah sepatutnya bagi orang-orang Mukmin untuk dapat memelihara wudu. Wudu sendiri merupakan bagian dari rangkaian syarat sah salat. Tanpa berwudu, salat yang kita tunaikan tidak sah nilainya. Bukan tanpa alasan, pasalnya kesucian diri kita untuk bisa melaksanakan salat dan mendapatkan pahalanya tergantung pada kualitas wudu tersebut. Di sisi lain, wudu juga diyakini sebagai langkah paling mudah untuk menjaga diri dari berbagai perbuatan dosa dan maksiat.

Kebaikan hal ini tentu saja sangat penting untuk kita tanamkan pada diri sendiri. Terlebih lagi, jika sebagai seorang Muslim kita telah mencapai level selanjutnya yakni memenuhi tanggung jawab sebagai orang tua, anak-anak juga perlu memahami pentingnya menjaga wudu. Meski sejatinya tingkat pemahaman mereka masih minim terkait kebaikan sunah-sunah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, namun percayalah jika ditanamkan sedini mungkin mereka akan dapat mulai merasakan manfaatnya yakni senantiasa berada dalam keadaan bersih dan suci. Menjaga wudu juga termasuk dalam karakteristik positif umat Islam yang sesuai dengan karakter Rasulullah. Orang tua dapat mencontohkan hal ini pada anak-anak mereka.

Salah satu cara termudah adalah dengan menghindari perkara-perkara najis yang mungkin ada di sekitar ruang lingku mereka. Tak hanya itu, ketika bepergian orang tua juga dapat memperlihatkan contoh untuk menjaga jarak dengan lawan jenis. Hal ini sangat penting untuk dipahami buah hati agar mereka juga mengerti bahwa wudu dapat tetap terpelihara selama berada dekat dengan mahram atau keluarga dekat. Sebaliknya, berada di antara orang-orang yang bukan mahram perlu dihindari agar wudu tidak mudah batal. Ke depannya, upaya ini juga ditujukan agar buah hati memahami bahwa Islam melarang kedekatan yang intim antar lawan jenis. Dengan senantiasa menjaga wudu, InsyaAllah mereka akan terjaga sebaik mungkin dari hal tersebut.