Keutamaan bagi Anak Mengenal Rasulullah sebagai Idola Mereka

Mendidik buah hati akhir-akhir ini memang menjadi hal yang cukup menantang untuk dilakukan. Bukan tanpa alasan, pasalnya perkembangan teknologi kerap kali memengaruhi cara hidup anak-anak dalam sebuah keluarga. Bukan tanpa sebab, pasalnya kemudahan mengakses informasi menjadi alasan utama mengapa buah hati cukup cepat menentukan idola atau orang yang dikaguminya. Meski sejatinya hal ini dapat menawarkan manfaat terhadap perkembangan diri anak terutama dalam menentukan hal yang dia suka, namun sebagai orang tua kita tetap perlu waspada sekaligus memastikan agar mereka tidak salah arah. Terutama dalam menentukan idola, orang tua harus mengambil peran agar buah hati dapat lebih dulu mengenal Nabi mereka ketimbang idola duniawi semata.

Bukan tanpa sebab, pasalnya mengenal sekaligus mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah tanda dari tumbuhnya dalam hati anak-anak. Hal ini sebagaimana diketahui dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu yang berkata bahwasanya “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya.” (HR. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan tentang konsep beriman menurut sudut pandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kepada para sahabat dan umatnya, beliau menyampaikan bahwa seorang Mukmin belum dianggap beriman jika ia belum benar-benar mencintai dirinya, yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan tanpa alasan, pasalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menghadirkan Islam lengkap dengan rahmat bagi alam semesta sekaligus sebaik-baiknya teladan bagi manusia. Teladan tersebut adalah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliaulah yang menjadi satu-satunya utusan Allah yang diberi amanah untuk dapat membantu memurnikan hati manusia agar senantiasa menyerap nilai-nilai tauhid.

Perjuangan Rasulullah dalam hal ini sangat besar karena beliau menerima berbagai halangan dan rintangan dalam upayanya menjadi utusan Allah Subhanahu wa Ta’la. Oleh karena itu, keimanan seorang Mukmin dapat diakui bahkan ditakar dari cara ia mengenal sekaligus mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Termasuk pula anak-anak, sudah sepatutnya bagi orang tua untuk memperkenalkan sedini mungkin siapa Rasul mereka. Perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam sangat besar dan wajib mendapat balasan berupa kecintaan dari umatnya. Dengan mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, cara hidupnya, kebaikannya, sunah-sunahnya diharapkan buah hati pun dapat mencintai beliau dengan sebaik-baiknya cinta dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia di dunia kecuali iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.