Salah satu hal yang membuat kehidupan kita dapat berjalan sesuai dengan harapan adalah karena adanya rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adanya rahmat Allah membantu hidup kita lebih mudah, nyaman, serta aman. Begitu banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan rahmat tersebut. Memperkaya amalan baik menjadi salah satu cara yang mungkin dapat mendukung kemudahan ini. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga bisa saja mencabut rahmat-Nya seketika dan menggantinya dengan murka.
Sayangnya, tak banyak yang tahu tentang hal tersebut. Pada kenyataannya, ketidakmampuan kita dalam mengontrol emosi menjadi alasan utama datangnya murka Allah. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, apa yang bisa menjauhkan saya dari murka Allah ‘Azza wa Jalla?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jangan marah.” (HR. Ahmad)
Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu keutamaan menahan emosi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyelamat diri kita dari murkanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti yang kita tahu, murka Allah amat mengerikan. Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala telah marah, maka Dia dapat dengan mudah menarik seluruh nikmat-Nya. Mulai dari berkah, kenyamanan, keamanan, dan juga keselamatan dalam hidup kita bisa saja hilang dalam sekejap.
Tak hanya itu, menahan amarah juga bagian dari wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bukan tanpa sebab, pasalnya orang Mukmin yang mampu menahan amarah dengan baik kelak akan mudah mencapai Surga. Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga akan memberikan mereka hak untuk memilih sendiri bidadari Surga yang mereka sukai kelak. Sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi sebagai berikut ini,
“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai,” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Oleh karena itu, berupayalah agar dapat selalu menahan diri dari emosi yang tak terkendali. Selain dapat menawarkan berbagai macam keutamaan, kemampuan menahan emosi juga baik untuk kesehatan jiwa kita. Kita tidak akan mudah merasa galau yang dapat memungkinkan diri kita terserang depresi dengan cepat. Begitulah kebaikan dari menahan amarah. Semoga kita dapat selalu meneruskan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, aamiin yaa robbal alamin.