Laki-laki kalangan umat Islam telah sedini mungkin diamanahkan tanggung jawab sebagai pemimpin. Setidaknya, setiap pria Muslim menjadi pemimpin bagi keluarga kecil mereka di rumah. Maka dari itu, tanggung jawab yang cukup besar ini juga harus diseimbangkan dengan kemampuan mereka dalam menghasilkan keluarga yang juga bernilai utama. Namun, tentu saja kedua hal tersebut tidak akan pernah dapat berjalan sesuai dengan harapan jika tidak terdapat upaya dari pihak laki-laki sendiri. Di antara banyak upaya menghasilkan keluarga yang bernilai utama, pria Muslim harus mampu memberikan hasil karya terbaiknya. Dari Abu Burdah bin Niyaar, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hasil karya seorang laki-laki yang paling utama adalah anaknya, dan setiap jual beli yang baik“. [HR. Thabarani di dalam A-Kabir juz 22, hal. 197, no. 520]
Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan sesuai dengan hadist di atas bahwasanya terdapat dua hasil karya laki-laki yang utama untuk membentuk keluarga yang mumpuni. Yang pertama, hasil karya tersebut adalah anak-anak yang saleh dan salihah. Memiliki anak memang sejatinya bukanlah sebuah kewajiban. Setiap di antara kita berhak memutuskan yang terbaik terkait hal ini. Namun, tentu saja laki-laki yang memiliki anak dengan pasangan halalnya telah berupaya untuk meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Pemberi Rezeki terbaik. Bukan tanpa sebab, pasalnya anak adalah bagian dari rezeki dalam kehidupan laki-laki.
Sementara itu, sebaik-baiknya tanggung jawab seorang pria terhadap rezeki utama mereka tersebut adalah dengan mendidik buah hati menjadi anak yang saleh dan salihah. Hal ini tentu saja juga berkaitan erat dengan cara dalam merawat anak keturunan. Semua hal ini berawal dari kemampuan seorang laki-laki dalam memenuhi nafkah diri dan keluarganya. Kemampuan tersebut harus disesuaikan dengan jalan yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni nafkah yang diperoleh dari hasil jual beli yang baik. Bukan tanpa sebab, pasalnya asal usul nafkah yang dicari oleh kaum pria akan menentukan baik tidaknya pertumbuhan dan perkembangan keluarga mereka. Dengan terjaminnya kualitas dua bentuk hasil karya laki-laki ini diharapkan akan terwujud keluarga yang terbaik serta bernilai utama.